
Pantau - Perusahaan teknologi Meta dilaporkan berencana mengurangi sekitar 20 persen dari total tenaga kerjanya berdasarkan informasi yang disampaikan sumber kepada Reuters dan kemudian dikutip dalam laporan Engadget.
Laporan Engadget pada 14 Maret menyebutkan waktu pelaksanaan pemutusan hubungan kerja serta jumlah pasti karyawan yang akan terdampak belum ditetapkan secara final.
Menurut laporan Reuters para eksekutif puncak Meta telah memberi tahu para pemimpin senior lainnya untuk mulai merencanakan pengurangan jumlah karyawan.
Para eksekutif Meta disebut meminta "para pemimpin senior lainnya" untuk mulai "merencanakan bagaimana mengurangi jumlah karyawan."
Namun juru bicara Meta menyatakan laporan tersebut hanya merupakan "spekulasi mengenai pendekatan yang bersifat teoritis."
Jumlah Karyawan Meta Capai 78 Ribu Lebih
Berdasarkan laporan keuangan terbaru perusahaan jumlah karyawan Meta mencapai 78.865 orang hingga 31 Desember 2025.
Pada periode yang sama perusahaan melaporkan pendapatan hampir 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.014 triliun pada kuartal keempat.
Sepanjang tahun 2025 Meta mencatatkan pendapatan lebih dari 200 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.392 triliun.
Pemutusan hubungan kerja dalam jumlah besar bukan hal baru bagi perusahaan tersebut.
Pada awal 2026 Meta telah memangkas sekitar 1.000 karyawan terutama di divisi Reality Labs yang mengembangkan teknologi realitas virtual dan proyek metaverse.
Sebelumnya pada awal 2025 Meta juga melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar lima persen dari total tenaga kerjanya.
PHK tersebut merupakan bagian dari gelombang pengurangan karyawan yang terjadi pada periode yang sama.
Investasi Meta di Bidang Kecerdasan Buatan
Di sisi lain Meta terus meningkatkan investasi pada teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.
Perusahaan tersebut dilaporkan menggelontorkan dana besar untuk mengakuisisi sejumlah perusahaan rintisan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan.
Beberapa perusahaan yang diakuisisi antara lain Moltbook yang merupakan jejaring sosial yang dirancang untuk agen AI.
Selain itu terdapat Manus yang berfokus pada pengembangan agen AI untuk otomatisasi berbagai tugas.
- Penulis :
- Aditya Yohan







