HOME  ⁄  Teknologi & Sains

China Miliki 179 Zona Industri Teknologi Tinggi Nasional, Dorong Inovasi dan Ekonomi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

China Miliki 179 Zona Industri Teknologi Tinggi Nasional, Dorong Inovasi dan Ekonomi
Foto: (Sumber : Pekerja memelihara produk robot di bengkel CITIC HIC Kaicheng Intelligence Equipment Co., Ltd. di Tangshan National High-tech Industrial Development Zone di Tangshan, Provinsi Hebei, China utara, 18 Februari 2025. ANTARA/Xinhua/Mu Yu.)

Pantau - Pemerintah China melaporkan jumlah zona pengembangan industri teknologi tinggi nasional telah mencapai 179 kawasan setelah peningkatan status zona teknologi tinggi Xiong'an di Provinsi Hebei pada Februari 2026.

Kontribusi Besar terhadap Ekonomi Nasional

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menyebut zona-zona tersebut menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi dan inovasi nasional.

Pada 2025, total output yang dihasilkan mencapai 20,4 triliun yuan atau sekitar 2,97 triliun dolar AS, yang menyumbang 14,5 persen terhadap produk domestik bruto negara tersebut.

Pejabat kementerian Yao Jun menjelaskan dalam konferensi pers bahwa investasi penelitian dan pengembangan (research and development) juga mengalami peningkatan signifikan.

Ia mengatakan, "Perusahaan-perusahaan di zona tersebut menghabiskan sekitar 1,2 triliun yuan untuk penelitian dan pengembangan internal pada 2025."

Pusat Inovasi dan Talenta Global

Zona industri teknologi tinggi nasional di China kini menjadi pusat inovasi sekaligus pengembangan talenta kewirausahaan.

Lebih dari 26 juta orang bekerja di kawasan tersebut dengan sekitar 40 persen memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi.

Kementerian mencatat jumlah personel research and development per 10.000 karyawan di zona tersebut mencapai sekitar 12 kali lipat dari rata-rata nasional.

Selain itu, zona-zona ini telah menjalin kerja sama strategis dengan lebih dari 30 negara dan kawasan serta membangun lima zona kerja sama bagi usaha kecil dan menengah.

Kerja sama internasional terus dikembangkan terutama pada sektor artificial intelligence, energi baru, material baru, dan biomedis untuk memperkuat rantai industri dan pasokan global.

Penulis :
Ahmad Yusuf