Pantau Flash
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil

Akibat COVID-19, 56 Perusahaan di Bogor Rumahkan 1.467 Pegawai

Headline
Akibat COVID-19, 56 Perusahaan di Bogor Rumahkan 1.467 Pegawai ilustrasi PHK. (Foto: Antara)

Pantau.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat sedikitnya ada 56 perusahaan dari total 70 perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor Jawa Barat telah merumahkan sebanyak 1.467 pegawai selama pandemi virus Korona (COVID-19).

"Mudah-mudah tidak sampai ada PHK (pemutusan hubungan kerja) massal dan pandemi COVID-19 segera berakhir. Tapi ini masih data sementara dan akan kita perbaharui lagi nanti," ujar Kadisnakertrans Kabupaten Bogor, Rahmat Surjana.

Baca juga: Video Isak Tangis Karyawan Ramayana Depok, 87 Orang di PHK?

Namun, menurutnya ada pula sebagian kecil perusahaan yang melakukan PHK, yakni sebanyak 21 perusahaan dengan jumlah 82 pegawai. Rahmat berharap, angka tersebut tidak bertambah meski pandemi COVID-19 belum berlalu.

Ia mengatakan, PHK paling banyak terjadi pada salah satu pabrik alat elektronik yang beroperasi di wilayah Kecamatan Ciawi. Jumlah pegawai yang terkena PHK mencapai 35 pegawai.

Kemudian terbanyak kedua yaitu salah satu industri jasa hotel di Kecamatan Babakanmadang, yang telah melakukan PHK terhadap 23 pegawai, serta merumahkan 82 pegawai. Sementara, beberapa perusahaan lainnya masing-masing hanya melakukan PHK terhadap satu atau dua pegawai.

Baca juga: Pandemi Korona, 162.416 Pekerja di DKI Jakarta Dirumahkan dan Terkena PHK

Rahmat menyebutkan bahwa Pemkab Bogor telah mengimbau perusahaan-perusahaan yang telah melakukan PHK, agar kembali merekrut pegawainya itu jika kondisi perekonomian mulai membaik dan pandemi COVID-19 telah berlalu.

"Biasanya kesepakatannya seperti itu. Kalau situasi sudah normal dan perusahaan akan merekrut pegawai lagi, disarankan agar mengambil pegawai yang sudah di PHK. Agar tidak muncul pengangguran baru," sebut mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor itu.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: