Pantau Flash
Penerima Vaksin COVID-19 Dosis Pertama Capai 23 Juta Orang di Indonesia
84,3 Persen Masyarakat Ingin Presiden Tetap Dipilih Rakyat, Bukan MPR
Survei SMRC: 52,9 Persen Warga Indonesia Tolak Jokowi Maju Lagi dalam Pilpres 2024
COVID-19 RI 20 Juni: Kasus Harian Melonjak 13.737 dengan Kasus Kematian 371 Orang
Indonesia Kembali Terima 10 Juta Bahan Baku Vaksin COVID-19 Sinovac

Bea Cukai Pantoloan Lepas Ekspor Kelapa dan Kayu Olahan

Bea Cukai Pantoloan Lepas Ekspor Kelapa dan Kayu Olahan Bea Cukai Pantoloan lepas ekspor kelapa dan kayu olahan. (Foto: Humas Bea Cukai)

Pantau.com - Kepala Kantor Bea Cukai Pantoloan, Alimuddin Lisaw, lepas ekspor langsung dari Terminal Peti Kemas (TPK) Pantoloan, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu 12 September 2020.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah ini, Alimuddin Lisaw menyampaikan bahwa Bea Cukai Pantoloan siap melayani kegiatan ekspor 24 jam.

“Untuk meningkatkan potensi ekspor yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah, kami buka layanan ekspor 24 jam penuh. Selain itu, kami juga berharap terjalin kerja sama yang baik antar seluruh instansi terkait serta para pelaku usaha di bidang ekspor agar ekspor Provinsi Sulawesi Tengah semakin gencar,” ujar Alimuddin dalam rilis yang diterima Pantau.com, Rabu (16/9/2020).

Baca juga: Lama di Luar Negeri, Balik Tanah Air Barang Pindahan Kena Bea Masuk Nggak?

Setelah Alimuddin menyerahkan nota pelayanan ekspor kepada pimpinan CV. Bumi Mandiri Indo Coconut dan CV. Suara Alam selaku eksportir, kontainer komoditas ekspor kelapa dan kayu olahan tujuan Vietnam, Korea, China, Jepang, dan Malaysia dilepas secara simbolis oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola.

Longki menyampaikan bahwa di samping komoditas migas, komoditas non migas seperti kelapa dan kayu olahan juga sangat membantu dalam memajukan perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah.

Selain kelapa biji, kayu olahan, cokelat dan rotan, cukup banyak komoditas asal Sulawesi Tengah merambah pasar internasional. Di antaranya, getah pinus, jagung, arang, olahan dari getah pinus (rosin dan turpentine), ikan bandeng, serta bawang goreng yang dikirim pengusaha dari Palu ke negara-negara di Asia.

Baca juga: Bea Cukai Gandeng Asosiasi Petani Kembangkan Industri Tembakau Iris

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: