Pantau Flash
Bio Farma Soal Vaksin Rusia: Tidak Mengikuti Kaidah Ilmiah untuk Registrasi
Sebanyak 38 Orang di DPRD Jawa Barat Terinfeksi COVID-19
Bareskrim Polri Tetapkan Djoko Tjandra sebagai Tersangka Surat Jalan Palsu
Dua Pejabat Polri Jadi Tersangka Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra
Selamat! 167.653 Peserta Lolos SBMPTN 2020

Citilink Gelar Random Check Tes Urine untuk Cegah Karyawan Gunakan Narkoba

Citilink Gelar Random Check Tes Urine untuk Cegah Karyawan Gunakan Narkoba Seorang pilot Citilink Indonesia mengikuti tes urin secara acak (random) untuk memastikan dirinya bebas narkoba di Tangerang, Senin. (Citilink)

Pantau.com - Maskapai berbiaya hemat Citilink Indonesia menggandeng BNN menggelar Anti-Drug and Alcohol Misuse Prevention Program berupa random check tes urin di tiga tempat yaitu Head Office, Station Cengkareng, dan Station Surabaya kepada karyawan khususnya yang bertugas di lini operasional.

Langkah ini sebagai upaya mendukung pemberantasan narkoba khususnya di industri penerbangan dalam upaya untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dan akan terus dilakukan secara berkala di area-area kerja Citilink lainnya. Citilink sangat serius dalam upaya pemberantasan narkoba dan tidak akan memberikan toleransi sedikitpun serta secara tegas akan memberikan sanksi, termasuk pemutusan hubungan kerja sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku bagi siapapun oknum yang terbukti menyalahgunakan narkoba,” kata Direktur Utama Citilink Juliandra dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Urine Negatif Narkoba, Ririn Ekawati Dibawa ke BNN untuk Tes Rambut

Juliandra menambahkan, Citilink selalu memprioritaskan aspek keamanan dan keselamatan dalam kegiatan penerbangan. Karena itu perusahaan tidak akan memberikan toleransi sedikitpun bagi karyawan yang bertindak tidak profesional serta mengabaikan kode etik dan integritas dalam bekerja, termasuk mengabaikan peraturan dan prosedur penerbangan seperti penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam menjaga pelayanan dan kenyamanan bagi penumpang. Sebelumnya, dua pilot maskapai pelat merah dan satu maskapai swasta tertangkap karena dugaan penyalahgunaan narkoba pada Senin 6 Juli 2020 lalu.

Ketiga pilot yang terjerat kasus narkoba tersebut adalah IP, DC dan DS. Ketiganya ditangkap polisi di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.

Baca juga: Sudah Diskon 50 Persen, Ini Harga Tiket Citilink Vs Lion Air

Kementerian Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto menegaskan, menyerahkan proses penanganannya kepada penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sehubungan dengan adanya tiga pilot yang ditangkap karena dugaan penggunaan narkona.

“Penanganan terhadap dugaan penyalahgunaan narkoba oleh pilot adalah wewenang penuh pihak kepolisian. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengapresiasi kepolisian dalam upaya pemberantasan narkoba, khususnya yang dilakukan oleh pilot ataupun personil penerbangan. Saya pastikan Kementerian Perhubungan dalam hal ini Ditjen Perhubungan Udara tidak akan mengintervensi. Kami menyerahkan pengusutan dan penanganannya kepada pihak Polri sesuai aturan hukum yang berlaku,” katanya.

Dirjen Novie meminta kepada operator penerbangan untuk terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba serta melakukan tes narkoba kepada para personilnya, selain itu dia mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melindungi personel penerbangan yang terlibat dengan narkoba.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: