Pantau Flash
Ribuan Buruh Terobos Barikade, Polisi: Aksi Boleh Panas tapi Kepala Harus Dingin
Kala Jokowi Beli Jaket Boomber Motif Tenun Dayak Sintang, Langsung Dipakai!
Satu Keluarga Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Polisi Turun Tangan
Pesan Khusus Sri Sultan HB X kepada Ridwan Kamil Sangatlah Bijak
BNPB Sebut Pengungsi Erupsi Semeru Meningkat Jadi 3.657 Orang

Kata Sri Mulyani, Warga Bergaji di Bawah Rp5 Juta Bisa Mudah Cicil Rumah

Headline
Kata Sri Mulyani, Warga Bergaji di Bawah Rp5 Juta Bisa Mudah Cicil Rumah Rumah KPR (Foto: Antara/Dedhez Anggara)

Pantau.com - Memiliki rumah adalah impian setiap orang. Bayangkan saja yang kaya saja berusaha punya rumah lebih dari satu bagaimana mereka yang masih ngontrak atau dengan ekonomi menengah.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan dengan adanya kebijakan fiskal, diharapkan masyarakat berpendapatan rendah (MBR) dapat lebih mudah mengakses pembiayaan perumahan untuk program sejuta rumah. 

"Program sejuta rumah pada APBN masuk melalui berbagai saluran seperti insentif pajak, subsidi selisih bunga, subsidi bantuan uang muka untuk masyarakat berpendapatan di bawah Rp5 juta agar bisa mulai mencicil rumah dengan bunga yang sangat rendah," ujar Menkeu pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Properti Kamar Dagang Indonesia (KADIN) di Hotel Intercontinental Jakarta pada Rabu, (18/9/2019). 

Baca juga: Antre Beli Mobil Esemka, Khofifah Puji Mobil Listrik Karya Anak ITS

Sri Mulyani menjelaskan pemerintah pun menyiapkan dana bergulir agar bank bersedia meminjamkan karena 90 persen uang yang disimpan dalam bank tersebut adalah uang pemerintah. Ia juga mengatakan dana bergulir tersebut akan dipenuhi melalui mekanisme anggaran yang baik.

"Untuk Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) kemarin dengan Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) sudah tetapkan pengurusnya. Strateginya sudah diapproved dan transisi dari Bapertarum (Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil) ke Tapera dari pemindahan aset dan lain-lain juga sudah dilakukan. Kita harap mereka sudah bisa jalan," tutupnya

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: