Pantau Flash
Ekonomi Negara-negara Terbesar Turut Luluh Lantak Akibat Korona
Kapal 10 Penumpang Tenggelam di Perairan Halmahera, 1 Orang Hilang
Puan Maharani Soal Kepercayaan Publik: Perilaku 1 Anggota DPR Berpengaruh!
Survei Median: Prabowo Ungguli Anies Jika Pilpres Digelar Hari Ini
KKP Targetkan 41.000 Kelompok Usaha di 2020 Diberikan Penyuluhan

Kenaikan Tarif Cukai Tak Pengaruhi Pemesanan

Kenaikan Tarif Cukai Tak Pengaruhi Pemesanan Pita Cukai Rokok. (Foto: Antara)

Pantau.com - Kenaikan tarif cukai hasil tembakau tidak mempengaruhi para pengusaha rokok di wilayah Keresidenan Pati, Jawa Tengah, untuk memesan pita cukai guna dilekatkan pada rokok hasil produksi tahun 2020.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus Gatot Sugeng Wibowo di Kudus, Kamis (23/1/2020), mengatakan permintaan dari pengusaha rokok terhadap pita cukai masih tinggi.

"Kami mencatat sudah ada 77 perusahaan rokok dari 84 perusahaan rokok yang memesan pita cukai rokok tahun 2020," katanya.

Baca juga: Harga Rokok di Bulungan Kaltara Naik, Ada yang Rp30.000 per Bungkus

Jumlah pita cukai rokok yang dipesan, tambah dia, berkisar 339.000 lembar dengan jumlah pita cukai per lembar mencapai 120 pita cukai. Gatot juga mengungkapkan pita cukai rokok yang baru mulai boleh dilekatkan pada bungkus rokok pada awal bulan Maret 2020.

Sementara itu, pita cukai rokok tahun 2019, dibatasi hingga akhir Februari 2020. "Jika batas waktu yang ditentukan belum juga dilekatkan, maka pita cukai yang belum dipotong bisa dikembalikan dan dikenakan biaya cetaknya saja. Sedangkan pita cukai yang sudah dipotong menjadi tanggung jawabnya perusahaan dan harus dimusnahkan," ujarnya.

Dalam rangka pengawasan pemakaian pita cukai rokok, maka setiap periode akhir pelekatan pada bungkus rokok sebelum diganti cukai tahun 2020, akan dilakukan pengecekan stok pita cukai yang tersisa. Kenaikan tarif pita cukai hasil tembakau atau cukai rokok sebesar 23 persen telah berlaku per awal Januari 2020.  

Baca juga: Mulai Hari Ini Harga Rokok Naik 35 Persen, Ini Perkiraan Harganya

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: