Pantau Flash
KKP Tingkatkan Kapasitas Pengawas Deteksi Hasil Pencurian Ikan
Luhut Minta Produsen Farmasi Nasional Percepat Produksi Obat COVID-19
Pemkot Surabaya Sisir Ponpes Antisipasi Penularan COVID-19
15.126 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh
Ketua Dewan Positif COVID-19, Gedung DPRD Bogor Disterilisasi

Mendag: Indonesia Akan Beli Lebih Banyak Barang dari AS

Mendag: Indonesia Akan Beli Lebih Banyak Barang dari AS Mendag, Agus Suparmanto. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto menyebut Indonesia akan membeli lebih banyak barang dari Amerika Serikat (AS) sebagai upaya untuk mendorong kinerja ekspor dan impor antara kedua negara.

Terlebih, kedua negara menargetkan untuk bisa melipatgandakan total nilai perdagangan menjadi 60 miliar dolar AS pada 2025 mendatang.

"Indonesia akan bersiap untuk membeli lebih banyak dari AS dan kami siap menawarkan produk yang lebih kompetitif kepada pasar AS," katanya dalam USINDO Strategic Dialogue yang digelar di Washington DC, AS, Kamis waktu setempat.

Baca juga: Kemendag Terbitkan Aturan Larangan Impor Binatang Hidup dari China

Mendag Agus menilai perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat bersifat saling melengkapi.

Kendati saat ini kedua negara tengah menangani masalah akses pasar, terutama terkait penyelesaian negosiasi generalized system of preferences (GSP).

Namun, hal itu dilakukan untuk mempertahankan posisi untuk saling menguntungkan bagi masing-masing negara.

Pembelian barang yang lebih banyak, dalam hal ini impor, diharapkan bisa menyeimbangkan defisit Amerika Serikat terhadap Indonesia dalam bidang perdagangan barang.

"Oleh karena itu, kolaborasi keduanya jadi fondasi yang kuat untuk menjadi solusi ke depan," tuturnya.

Baca juga: Antisipasi Kenaikan Harga Gula Pasir, Bagaimana Langkah Kemendag?

Dalam dialog yang juga dihadiri para pebisnis AS itu, Agus hadir menjadi pembicara bersama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate serta Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Selain membahas mengenai perkembangan bidang perdagangan, dalam pertemuan itu delegasi Indonesia juga mempromosikan potensi investasi, termasuk soal peluang investasi pembangunan di ibu kota baru.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam (gala dinner) sekaligus jejaring (networking). 
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: