Pantau Flash
Sah! Pilkada Serentak 2020 Tetap Digelar 9 Desember 2020
Peringatan Banjir Warga Jakarta! Bendungan Katulampa Bogor Siaga I
30 Hotel di DKI Jakarta Siap Digunakan untuk Isolasi Pasien COVID-19 OTG
Positif COVID-19 di Indonesia Pecah Rekor (Lagi), Tambah 4.176 Kasus
Presiden Jokowi Tegaskan Pilkada Serentak 2020 Tidak akan Ditunda

Menteri Edhy: Dana LPMUKP Terserap Rp400 Miliar

Menteri Edhy: Dana LPMUKP Terserap Rp400 Miliar Menteri KKP, Edhy Prabowo. (Foto: Humas KKP)

Pantau.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, menyebutkan bahwa bentuk dukungan pendanaan KKP antara lain melalui bantuan kredit dari Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) sudah terserap Rp400 miliar dari Rp1,3 triliun.

"Sekarang tersisa Rp900 miliar lagi," kata Menteri Edhy dalam siaran pers yang diterima Pantau.com di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Menteri Edhy mengungkapkan dana ini bisa digunakan untuk membangun wilayah dan daerah pesisir serta kepulauan dengan syarat terdapat perlibatan masyarakat dan diajukan oleh kelompok masyarakat seperti pembudidaya, sentra kuliner, dan lain-lain. Bunganya pun hanya sebesar 3 persen.

Baca juga: Menteri Edhy Optimistis Ekspor Perikanan Naik 6,9 Persen di Masa Pandemi

Selain BLU, terdapat pula akses pemodalan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memiliki bunga sebesar 6 persen. Negara mengalokasikan dana KUR sebesar Rp190 triliun.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga mengajak berbagai pemda untuk dapat menyampaikan adanya program bantuan tersebut guna membangun sektor kelautan dan perikanan nasional.

Ia meminta pula pemda agar mulai memetakan potensi perikanan, terutama budidaya, baik perikanan air laut maupun air tawar. KKP, kata dia, siap memberikan dukungan, termasuk dari sisi anggaran. "Masih banyak cara lain membangun sektor kelautan perikanan selain (dari dana) APBN," ujarnya.

Baca juga: Edhy Prabowo Kenalkan Tambak Millenials di Kuliah Umum Seskoal

Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan, Rokhmin Dahuri memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.580 pulau, sehingga paradigma pembangunan yang harus diusung ialah dari laut. Ia memaparkan potensi ekonomi kelautan, mulai dari perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan perikanan dan seafood, industri bioteknologi kelautan hingga industri jasa dan maritim itu diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS per-tahun. Rokhmin menyebut angka ini hampir 1,5 kali lipat dari ekonomi Indonesia saat ini.

Merujuk pada potensi di atas, Rohkmin meminta pemda yang memiliki wilayah pesisir dan kepulauan untuk menyusun cetak biru pembangunan kelautan dan perikanan yang tepat dan benar.

"Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyediakan jasa konsultasi, pak bupati dan pak walikota, untuk menyusun blue print pambangunan daerah yang berbasis pada ekonomi kelautan dan perikanan," ucap Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: