Pantau Flash
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh
Cegah Penyebaran Virus Korona, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik
Seorang Dokter Positif Tertular Virus Korona dari Klaster Bima Arya
Presiden Prancis Ingatkan Italia Waspada Bantuan China dan Rusia

Psst! Jokowi Sedang Cari Orang untuk Isi Jabatan Badan Setingkat Menteri

Psst! Jokowi Sedang Cari Orang untuk Isi Jabatan Badan Setingkat Menteri Presiden RI Joko Widodo (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang menyiapkan sosok Kepala Badan Otorita Ibu Kota baru. Menurutnya, Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru jabatannya akan setingkat dengan menteri.

"Badan otorita ini setingkat menteri dan saya kira segera ada UU-nya. Nanti Presiden dengan menyiapkan siapa menteri di Badan Otorita. Sedang difinalisasi," katanya dalam Dialog Indonesia: Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Menko Luhut Soal Konsep Ibu Kota Baru: Betul-betul Akan Dilihat Orang

Ada tiga klaster di ibu kota baru nanti, yakni klaster pemerintah, klaster perumahan, dan perkantoran serta klaster infrastruktur atau fasilitas publik dan ICT.

Di klaster pemerintah, pendanaan, kepemilikan tanah dan aset menjadi kewenangan pemerintah Indonesia.

Sementara itu di klaster perumahan dan perkantoran serta klaster infrastruktur/fasilitas publik dan ICT, pendanaannya dapat dikerjasamakan dengan swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Baca juga: Jokowi Sebut Ibu Kota Baru Terinspirasi Canberra, Ini Kata Warga Australia

Dalam hal ini, pemerintah dapat menjual atau memberikan konsesi lahan kepada swasta sehingga pengelolaan aset dapat dilakukan swasta. Adapun Luhut menjelaskan, bangunan pemerintah akan dibiayai sepenuhnya oleh APBN.

"Sementara itu entertainment, education, resort, health, fianncial center, di ibu kota baru ini kami kasih private sector. Private sector yang mau masuk sini macam-macam, banyak sekali yang berminat masuk di sini," tandasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: