Pantau Flash
Erick Thohir: Pemerintah Berupaya Tingkatkan Produksi Vaksin COVID-19
Biaya Suntik Vaksin COVID-19 Akan Ditanggung Pemerintah
Kemendikbud Terbitkan Kepmen 719/P/2020 Tentang Kurikulum Darurat
Dishub DKI Sebut Ganjil Genap Bisa Berlaku Seharian Tanpa Skema Waktu
Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau COVID-19

Semangat Idul Adha di Tengah Pandemi: Wajib Perhatikan Hal Ini

Headline
Semangat Idul Adha di Tengah Pandemi: Wajib Perhatikan Hal Ini Ilustrasi petugas medis dengan APD. (Foto: Antara)

Pantau.com - Meski berada di masa pandemi COVID-19, umat muslim di Indonesia tetap menunjukkan semangat berkurban merayakan Idul Adha atau Hari Raya Kurban yang jatuh pada 31 Juli 2020. Adapun makna dari ritual ini yaitu penyembelihan hewan kurban dan juga rasa sosial yang terwujud lewat pembagian daging kurban.

Kendati demikian, hari raya kurban kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana masyarakat diajak untuk tetap patuh dengan protokol COVID-19. Seperti anjuran yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian melalui Surat Edaran Nomor: 0008/SE/PK.320/F/06/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Corona Virus Disease (COVID-19).

Secara umum, hewan yang akan dijadikan kurban haruslah halal secara Islam dan sehat. Namun dengan banyaknya penjual hewan kurban yang ada, tentu membuat kamu sebagai orang awam bingung memilih hewan kurban yang sesuai dengan ketentuan. 

Baca juga: Kementan Ingatkan Masyarakat Beli Hewan Kurban di Lokasi Berizin

Berikut 3 tips memilih hewan kurban yang baik pada masa pandemi:

1. Pastikan Hewan Ternak

Umat Islam diperintahkan untuk mengkurbankan hewan ternak. Hewan ternak yang diperbolehkan adalah unta, kambing, domba, sapi, kerbau. Tentunya semua hewan ini sudah memenuhi ketentuan sebagai hewan ternak yang sehat dan layak untuk dikurbankan.

2. Pemilihan Lokasi Pembelian Hewan Kurban

Pemilihan tempat di mana kamu akan membeli hewan kurban, menjadi hal yang juga tak kalah penting. Wajib diperhatikan adalah jangan membeli hewan kurban yang diternak di tempat pembuangan sampah atau tak memiliki izin. Bisa jadi hewan yang dijual di lokasi yang tak bersih, sehingga berpotensi hewan mengandung bahan berbahaya bagi tubuh yang nanti akan mengkonsumsinya.

3. Perhatikan Status Wilayah Tempat Penjualan Hewan Kurban

Ini merupakan hal yang penting dan wajib diketahui, dimana angka penyebaran COVID-19 terus naik dari waktu ke waktu. Calon pembeli harus mengetahui, apakah dirinya membeli hewan kurban di daerah zona merah, hitam atau hijau. Kita harus pastikan  penjual memenuhi protokol COVID-19 atau tidak. Jadi, pilihlah hewan kurban yang diternak di lingkungan yang bersih dan jauh dari polusi udara, karena berpengaruh pada tingkat stres yang akan dialami oleh hewan yang berimbas pada kesehatan tubuhnya.


PT Bintang Toedjoe melalui BEJO Sujamer kembali menunjukkan komitmennya kepada masyarakat dalam mendukung semangat berkurban. (Foto: Istimewa)

Semangat berkurban yang bergelora sejalan dengan apa yang digaungkan PT. Bintang Toedjoe. Sebagai anak perusahaan PT. Kalbe Farma Tbk, perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia, menunjukkan komitmennya kepada masyarakat dalam mendukung semangat ber-kurban serentak di berbagai masjid seluruh Indonesia.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh BEJO Sujamer adalah menggandeng dua lembaga amil zakat terbesar di Indonesia, yaitu Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (NU CARE-LAZISNU) dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU).

BEJO Sujamer mengusung tema ‘Merah Darahnya Putih Hatinya Ayo Berkurban’ pada Hari Raya Idul Adha 1441 H. Bejo Sujamer ingin menyebarkan semangat berkurban, berbagi dan kepedulian kepada sesama terutama teruntuk para tenaga medis yang saat ini sedang bertugas di garda depan.

"Kami memastikan seluruh proses berkurban ini dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Sama halnya dengan BEJO Sujamer, yang kami pastikan perlindungan keamanan dan kualitas produknya karena seluruh proses produksi menggunakan bahan-bahan yang aman, halal dan berkualitas untuk dikonsumsi," Presiden Direktur PT. Bintang Toedjoe Simon Jonatan.

Baca juga: Menag Imbau Warga Taati Protokol COVID-19 saat Perayaan Idul Adha 


BEJO Susu Jahe Merah

BEJO Susu Jahe Merah (Sujamer) mengandung zat aktif gingerol dan zingiberene dari jahe merah, dan susu skim. Jahe merah dapat membantu memelihara daya tahan tubuh, sebagai antioksidan, mengurangi risiko terserang diabetes. Secara tradisional dipercaya memiliki efek antiinflamasi, serta antiemetik atau bisa meredakan mual dan muntah.

Sementara susu skim yang rendah kalori dan rendah lemak mengandung kalsium dan mikronutrient vitamin A, B2, B12, C, D & Mineral P (phosphorus), K (kalium), Se (selenium).

BEJO Sujamer dapat dibeli di Tokopedia, Alfamart dan Indomaret.

Tim Pantau

Berita Terkait: