Pantau Flash
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh
Cegah Penyebaran Virus Korona, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik
Seorang Dokter Positif Tertular Virus Korona dari Klaster Bima Arya
Presiden Prancis Ingatkan Italia Waspada Bantuan China dan Rusia

Susi: Saya Masih Percaya Pak Presiden Tak Izinkan Ekspor Benih Lobster

Headline
Susi: Saya Masih Percaya Pak Presiden Tak Izinkan Ekspor Benih Lobster Susi Pudjiastuti (Foto: Instagram/susipudjiastuti)

Pantau.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengaku tidak setuju apabila keran ekspor bibit lobster kembali dibuka. Menurutnya kebijakan ekspor bibit ini bisa mengancam jumlah populasi lobster di Indonesia.

"Sidat dan lobster sama belum bisa di-breefing-kan in house. Kalau bibitnya diambil untuk budidaya secara masif ya akan punah," kata Susi melalui akun Twitter pribadinya, dikutip Pantau.com, Kamis (19/12/2019).

Untuk diketahui, sistem budidaya biota laut yang biasa diketahui kebanyakan melalui perkawinan, telur, memijahkan, hingga membesarkan. Lantas sangat berbeda dengan budidaya lobster dan ikan sidat.

Baca juga: Ribut soal Ekspor Benih Lobster, Jokowi Bela Susi atau Edhy?

Susi menjelaskan, budidaya makhluk air ini hanya sebatas pembesaran saja. Namun bibitnya diambil dari alam, inilah menjadi dasar lobster disebut Plasma Nutfah.

"Lobster hanya bisa berbiak di alam. Belum bisa artificial breeding. Tidak seperti udang dan ikan yang sudah bisa dibuat in house kawin dan beranak. Jadi bibit lobster adalah plasma nutfah yang tidak boleh diambil dari alam kecuali untuk penelitian. Kita harus lindungi, supaya lobster tetap ada," papar Susi.

Grafik perkembangan nilai ekspor Lobster. (Foto: BPS)

Selain itu, Susi juga mengatakan Indonesia sebagai anggota G20, adalah negara maju yang sudah melaksanakan sustainable development atau pembangunan berkelanjutan.

Karena itu, Indonesia tak boleh berkompromi untuk mengkomersialkan Plasma Nutfah seperti negara berkembang.

Baca juga: Kritik Keras Susi Soal Rencana Ekspor Benih Lobster

Mengingat Plasma Nutfah harus dilindungi keberadaan dan keberlanjutannya, oleh karenanya negara harus memastikan setiap spesies asli yang ada di negerinya tetap ada. Susi membandingkan beberapa negara yang menganggap pengambilan plasma nutfah sebagai kejahatan serius.

Hukuman yang ditegakkan dari pasal subversifnya adalah 20 hingga 30 tahun. Susi pun menambahkan kepercayaannya pada Presiden Jokowi bahwa sebagai Kepala Negara, akan melindungi Plasma Nutfah.

"Saya tetap masih ingin percaya Pak Presiden tidak mengizinkan ekspor bibit lobster. Saya percaya Presiden akan melindungi plasma nutfah yang bernilai begitu besar untuk livelihood ratusan ribu orang nelayan lobster (bukan bibit lobster) & SDA Indonesia untuk anak-anak bangsanya,"tukasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: