Pantau Flash
Putri Kerajaan Spanyol Wafat Usai Terinfeksi COVID-19
Paket Bantuan Amerika Serikat untuk COVID-19 Mencapai Rp32.400 Triliun
Jadi Episentrum COVID-19, 66 Orang Meninggal Dunia di Jakarta
Kemenpora Keluarkan Protokol Guna Perangi Wabah Virus Korona
12 Ruas Jalanan Kota Medan Resmi Ditutup Imbas Pandemi Korona

Wabah Virus Korona Terus Menyebar, Rupiah Menguat Rp16.305 per Dolar

Wabah Virus Korona Terus Menyebar, Rupiah Menguat Rp16.305 per Dolar Mata uang Rupiah dan Dolar AS. (Foto: Antara)

Pantau.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (26/3/2020) menguat. Hal ini didorong stimulus dari pemerintah di tengah wabah Virus Korona baru atau COVID-19. Rupiah ditutup menguat 195 poin atau 1,18 persen menjadi Rp16.305 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.500 per dolar AS.

"Banjirnya stimulus yang digelontorkan pemerintah menjadi sentimen positif bagi mata uang Garuda sehingga dapat mengangkat kembali kepercayaan diri investor untuk mengumpulkan aset berisiko, seiring dengan harapan perlambatan ekonomi akibat COVID-19 dapat dibatasi," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Stimulus Besar dari AS, Rupiah Menguat Rp16.239 per Dolar

Pemerintah telah menggelontorkan beberapa stimulus yang sudah diumumkan sebelumnya dan dikuatkan dengan Keputusan Presiden (Keppres), seperti bantuan langsung tunai dan insentif jeda satu tahun untuk cicilan.

Dari eksternal, pelaku pasar dengan cemas menunggu paket stimulus 2 triliun dolar AS untuk mengimbangi dampak ekonomi dari pandemi COVID-19. Namun, sudah ada indikasi bahwa beberapa negara bagian AS akan membutuhkan lebih banyak uang untuk pasokan medis, karena sistem perawatan kesehatan berjuang untuk mengatasinya.

Gedung Putih dan para pemimpin kongres mengatakan mereka telah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) stimulus besar-besaran untuk menghalau perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh wabah COVID-19.

Baca juga: Cara Penanganan Virus Korona Akan Jadi Pertimbangan Investor

Sementara itu, klaim pengangguran mingguan AS yang dijadwalkan pada hari Kamis diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar satu juta, jauh di atas puncak jumlah pengangguran sebelumnya yang terlihat selama krisis keuangan global lalu.

Beberapa analis mengatakan klaim pengangguran bahkan bisa melebihi satu juta karena perusahaan diperkirakan akan cepat mengurangi pekerja.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp16.205 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp16.205 per dolar AS hingga Rp16.350 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp16.328 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp16.486 per dolar AS.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: