Pantau Flash
PSBB di DKI Jakarta, Korlantas: Tak Ada Larangan Ojol Angkut Penumpang
Lockdown Wuhan Resmi Berakhir
Kabar Baik! Warga Jabodetabek Akan Terima Bantuan Pangan Selama PSBB
Ronaldinho Segera Dibebaskan dari Penjara Paraguay
Update Korona di Ibu Kota: 1.443 Kasus, 141 Meninggal, dan 69 Sembuh

Facebook Kurangi Layanan Live Streaming di Eropa Imbas Virus Korona

Facebook Kurangi Layanan Live Streaming di Eropa Imbas Virus Korona Facebook (Pixabay)

Pantau.com - Facebook, akan mengurangi kualitas tayangan langsung  (streaming) video pada laman media sosialnya dan aplikasi berbagi foto Instagram khusus di wilayah Eropa guna menghindari koneksi lambat akibat ribuan orang bekerja di rumah demi mencegah penyebaran COVID-19. 

Kebijakan itu mengikuti langkah yang telah diambil sejumlah penyedia jasa streaming lain seperti Netflix, Alphabet Inc's Youtube, Amazon, dan Disney pada minggu lalu.

Kepala Bidang Industri Uni Eropa Thierry Breton meminta sejumlah penyedia jasa streaming agar memberikan sebagian kuota koneksi Internetnya untuk layanan kesehatan dan pembelajaran jarak jauh, mengingat ribuan anak-anak terpaksa bersekolah dari rumah.

Baca juga: Malaysia Kerahkan 50 Ribu Tentara untuk Halau Warga yang Tak Patuh Lockdown

Meskipun penyedia jasa telekomunikasi di Eropa menjamin koneksi Internet berjalan tanpa hambatan, banyak pihak khawatir kecepatan berselancar di dunia maya akan terhambat karena banyak orang bekerja dari rumah.

"Demi mengantisipasi potensi lambatnya koneksi Internet, kami sementara ini akan mengurangi kualitas video pada Facebook dan Instagram di Eropa," kata seorang juru bicara Facebook lewat pernyataan tertulis.

Baca Juga: Data dari China pasien korona yang meninggal kebanyakan perokok

Langkah itu dilakukan karena Facebook khawatir tayangan video berkualitas tinggi dapat membebani kecepatan berselancar di dunia maya, kata seseorang yang dekat dengan perusahaan teknologi itu.

Sementara itu, Netflix dan Youtube mengatakan mereka akan mengurangi kualitas gambar pada videonya selama 30 hari. Disney juga mengumumkan pihaknya akan menurunkan kualitas gambar kurang lebih 25 persen di wilayah Eropa, termasuk saat peluncuran Disney+ pada minggu depan. Langkah itu dilakukan karena layanan menonton video langsung (streaming) menguasai dua pertiga koneksi Internet pada jaringan Internet lewat kabel dan gawai.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL

Berita Terkait: