Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Hizbullah Serukan Sekutu Iran Bersatu Hancurkan Amerika Serikat

Headline
Hizbullah Serukan Sekutu Iran Bersatu Hancurkan Amerika Serikat Ilustrasi Qassem Soleimani (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Hizbullah Lebanon mengatakan sudah waktunya bagi sekutu-sekutu Iran beraksi membalas kematian Jenderal Besar Qassem Soleimani kendati akan menjadi "jalan panjang" untuk mengusir pasukan Amerika Serikat dari kawasan tersebut.

Hassan Nasrallah, sekjen partai yang sanggup mematahkan serangan Israel itu,  juga membantah jenderal Iran Soleimani berencana meledakkan sejumlah kedutaan besar AS. Presiden Donald Trump menyebutkan orang terkuat nomor 2 di Iran itu tewas setibanya di Baghdad karena berniat meledakkan kedutaan besar AS.

Dilansir dari Reuters, Senin (13/1/2020), Hizbullah, kelompok bersenjata lengkap yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS, dibentuk pada 1982 oleh Pengawal Revolusi Iran dan menjadi bagian krusial dalam aliansi kawasan pimpinan Teheran, yang dikenal "poros perlawanan."

Baca juga: Lanud di Irak yang Ditempati Militer AS Dihujani Roket, 4 Orang Terluka

Pada Rabu dini hari Iran merespons kematian Soleimani dengan peluncuran roket terhadap dua pangkalan militer di Irak, yang ditempati pasukan AS.

Pemimpin Spiritual Iran Ali Khamenei menyebutnya sebuah "tamparan" bagi Amerika Serikat dan memperingatkan pasukan AS harus angkat kaki dari kawasan tersebut.

Meski situasi di kawasan masih memanas, kedua pihak mengurangi eskalasi konflik pasca serangan Iran.

Baca juga: Iran-Amerika Serikat Makin Tegang, Menlu Israel Tunda Kunjungan ke UEA

Nasrallah pekan lalu menyebutkan bahwa sekutu-sekutu Iran, termasuk pemerintah Suriah dan sejumlah kelompok paramiliter yang dibentuk atas dukungan Iran di Irak dan Suriah, harus membantu melakukan balas dendam kematian Soleimani. "Saya yakin sudah waktunya bagi poros perlawanan mulai beraksi," katanya dalam pidato, Minggu.

"Pasukan perlawanan penting dan bertujuan pada tujuan besar yang saya usulkan," kata Nasrallah, mengacu pada tujuan melihat pasukan AS hengkang dari kawasan tersebut.

Aksi balasan akan terjadi dalam "beberapa hari, pekan dan bulan ke depan", katanya, menambahkan "ini adalah sebuah jalan panjang."

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: