Pantau Flash
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020
Sisa Laga Kualifikasi PD 2022 Zona Asia Akan Dilanjutkan Oktober-November

Media Korsel Curiga Korona Menyebar di Korut, WHO Membantah

Media Korsel Curiga Korona Menyebar di Korut, WHO Membantah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninjau uji sistem peluncuran roket ganda super besar dalam gambar tanpa tanggal yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) pada Kamis (28/11/2019). KCNA via REUTERS/ama/djo (via REUTERS/KCNA)

Pantau.com - Pejabat Badan Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan, tak ada tanda-tanda bahwa ada kasus virus korona baru di Korea Utara, meski laporan-laporan media Korea Selatan mengisyaratkan wabah itu telah menyebar ke negara yang terisolasi tersebut.

"Saat ini tak ada tanda-tanda, tak ada indikasi kita sedang menangani COVID-19 di sana," kata Dr. Mike Ryan, kepala program gawat darurat WHO, kepada wartawan di Jenewa Selasa 18 Februari 2020.

Ryan mengatakan, pejabat WHO tak punya alasan untuk percaya bahwa ada isu khusus yang terjadi di Korea Utara, dan akan memberikan otoritas di Korut perlengkapan laboratorium untuk menjalankan uji diagnostik.

Baca juga: Di Tengah Wabah Korona, Kim Jong Un Baru Muncul Usai 22 Hari Tak Terlihat

Beberapa media Korsel melaporkan berbagai kasus dan kemungkinan korban tewas akibat korona di Korut namun tak ada verifikasi independen.

Sementara itu, pada Selasa, Rodong Sinmun, koran resmi partai penguasa Korut, mengutip pejabat kesehatan masyarakat yang menyatakan negeri itu tak memiliki kasus korona baru yang terkonfirmasi sampai saat ini.

Pakar mengatakan, korona yang menewaskan lebih dari 2000 orang di China itu dapat menghancurkan bagi sistem kesehatan yang kekurangan sumber daya di Korut.

Pekan lalu Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya sangat prihatin terhadap kemungkinan dampak korona di Korut dan siap membantu usaha menangani penyebaran virus di sana.

Baca juga: Jumlah Kematian Akibat Virus Korona di China Tembus 2.000 Jiwa

Organisasi bantuan kemanusiaan menyerukan pembebasan dari sanksi yang mengekang sebagian besar perdagangan dan bisnis di Korut.

Korut sudah menghentikan penerbangan dan layanan kereta api dengan China, menangguhkan turisme internasional dan menutup hampir seluruh perjalanan lintas batas.

WHO telah mengutamakan bantuan bagi Korut dan pekan ini mengapalkan persediaan dan perlengkapan perlindungan menghadapi korona.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: