Petinggi Huawei Meng Wanzhou Menang di Pengadilan Kanada

Chief Financial Officer Huawei Technologies Meng Wanzhou (Reuters)Chief Financial Officer Huawei Technologies Meng Wanzhou (Reuters)

Pantau.com – Chief Financial Offier (CFO) Huawei Meng Wanzhou akhirnya memenangkan pertarungannya di pengadilan Kanada. Kemenangan ini dirai usai hakim meminta jaksa agung Kanada untuk menyerahkan lebih banyak bukti yang berkaitan dengan penangkapan petinggi Huawei tersebut pada Selasa (11/12).

Dilansir South China Morning Post, Rabu (11/12/2019), Ketua Asosiasi Hakim Heather Holmes di Mahkamah Agung British Columbia setuju dengan tim hukum Huawei Technologies Co Ltd bahwa ada “suasana realitas” terhadap pernyataan mereka atau jaksa tidak berhasil membuktikan legitimasi penahanan Meng.

Tetapi Holmes mengingatkan bahwa keputusannya terbatas dan tidak berkaitan dengan tuduhan bahwa Huawei menyatakan pihak berwenang Kanada menangani identifikasi peralatan elektronik Meng secara tidak benar.

Baca juga: Terseret Pelanggaran Sanksi Iran, Kepala Keuangan Huawei Ditahan

Meng (47) ditangkap di Bandara Internasional Vancouver pada 1 Desember 2018. Penangkapannya ini atas permintaan Amerika Serikat atas dakwaan bahwa ia melakukan penipuan bank dan dituduh menyesatkan bank HSBC tentang bisnis Huawwi Tecnologies di Iran. Meng secara konsisten membantah tudingan dan berjuang melawan ekstradisi.

Sebelum ditahan, Meng ditanyai oleh pihak berwenang Kanada. Pengacaranya meminta pemerintah Kanada menyerahkan dokumen lebih banyak tentang penahanan tersebut.

Tim hukum Meng telah menentang ekstradisi di pengadilan Kanada dengan alasan bahwa Amerika Serikat menggunakan ekstradisi untuk keuntungan ekonomi dan politik, dan bahwa ia secara tidak sah ditahan, digeledah, dan diinterogasi oleh otoritas Kanada yang bertindak atas nama Biro Federal AS. Investigasi (FBI).

Baca juga: Kanada Bebaskan Petinggi Huawei dengan Jaminan

Dalam putusannya Holmes menulis ia menemukan adanya celah penting dalam bukti yang diajukan jaksa agung. Holmes mempertanyakan mengapa Badan Layanan Perbatasan Kanada (CBSA) membuat apa yang digambarkan sebagai kesalahan sederhana. CBSA menyerahkan kode akses yang harus diberikan Meng kepada mereka ke polisi federal Kanada (RCMP atau Royal Canadian Mounted Police).

Holmes juga mengatakan jaksa agung tidak memberikan bukti yang memadai untuk membantah kesimpulan dari bukti lain bahwa RCMP mengirim nomor seri dan pengidentifikasi perangkat Meng Meng ke FBI secara tidak patut.

Holmes mengatakan kesenjangan dalam bukti ini menimbulkan pertanyaan spekulatif tentang rantai peristiwa, dan menuntunnya untuk menyimpulkan bahwa aplikasi Meng melintasi ambang batas realitas.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta