Pantau Flash
Toyota Rangkul 5 Perusahaan China Kembangkan Mobil Berbahan Bakar Hidrogen
Khofifah Minta Warga Jatim Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap OTG
CEO Leipzig Bantah Soal Transfer Timo Werner ke Chelsea
Jubir Presiden Kazakhstan Positif COVID-19
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang

Seram! Polisi Bangladesh Tembak Mati 7 Orang yang Diduga Warga Rohingya

Headline
Seram! Polisi Bangladesh Tembak Mati 7 Orang yang Diduga Warga Rohingya Ilustrasi pengungsi Rohingya di Bangladesh. (Foto: Reuters/Rafiqur Rahman)

Pantau.com - Polisi Bangladesh menembak mati tujuh perampok yang diduga warga Rohingya pada Senin (2/3/2020). Kata seorang juru bicara satuan polisi khusus yang dikenal sebagai Batalion Aksi Cepat, kejadian terjadi di Bangladesh tenggara.

"Senjata api dan sejumlah besar amunisi telah ditemukan di tempat. Tim kami melanjutkan operasi pencarian," kata Sujoy Sarkar, juru bicara unit polisi anti-kejahatan.

Lebih dari 730.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari rumah mereka di Myanmar setelah tindakan keras pimpinan militer pada 2017 dan mencari perlindungan melintasi perbatasan di Bangladesh. Sebagian besar tinggal di kamp-kamp di dekat kota resor Cox's Bazar.

Baca juga: HRW: Bangladesh Blokir Ratusan Ribu Anak Rohingya dari Akses Pendidikan

Sarkar mengatakan polisi telah menggerebek tempat persembunyian perampok di dekat kamp. Menurut dia, tidak ada informasi lanjutan yang bisa diberikan.

Polisi Bangladesh mengatakan beberapa pengungsi terlibat dalam berbagai jenis kejahatan termasuk peredaran narkoba, perdagangan manusia, dan kekerasan adalah masalah di kamp-kamp tersebut.

Bangladesh mengatakan para pengungsi harus kembali ke rumah tetapi upaya untuk menyukseskan rencana pemulangan dengan Myanmar masih terkendala. Banyak dari para pengungsi enggan untuk kembali, dengan alasan ketidakamanan di negara bagian Rakhine, Myanmar barat.

Baca juga: Kelompok HAM Serukan Boikot Global Terhadap Myanmar Jelang Sidang Genosida

Mahkamah Internasional yang bermarkas di Den Haag, Belanda, memerintahkan Myanmar pada Januari untuk melindungi Rohingya dari kekejaman lebih lanjut setelah Gambia mengajukan gugatan tentang genosida yang dilakukan Myanmar.

Myanmar membantah genosida dan menolak tuduhan dari Rohingya dan kelompok-kelompok hak asasi manusia yang mengatakan anggota minoritas Muslim menghadapi penganiayaan di tangan pasukan keamanan di negara mayoritas pemeluk Buddha itu.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: