Pantau Flash
Bank Indonesia: Cadangan Devisa Cukup Penuhi Kebutuhan
Komisi I DPR: Pelibatan TNI dalam PSBB Diperlukan
Son Heung-min Latihan Perang Kimia
Baleg DPR Agendakan Raker dengan Pemerintah Sebelum Bahas RUU Ciptaker
PSBB DKI Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020

WHO Beri Nama Baru untuk Virus Korona: Covid-19

Headline
WHO Beri Nama Baru untuk Virus Korona: Covid-19 Seorang pekerja terlihat di dalam sebuah toko serba guna setelah merebaknya virus corona baru di Wuhan, provinsi Hubei, China, 11 Februari 2020. (Reuters)

Pantau.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan nama resmi untuk penyakit yang disebabkan oleh Novel coronavirus atau virus korona baru, yakni Covid-19.

"Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan itu adalah Covid-19," ujar Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan di Jenewa, dikutip dari BBC, Rabu (12/2/2020).

Virus korona yang sebelumnya memiliki nama ilmiah 2019-nCoV ini datang usai korban tewas melonjak hingga 1.000 orang dan puluhan ribu orang terinfeksi. Ghebreyesus meminta dunia untuk memerangi virus baru ini seagresif mungkin.

Baca juga: China Catat 1.000 Orang Meninggal Dunia Akibat Virus Korona

Kata coronavirus sendiri merujuk pada kelompok virus yang dimilikinya, daripada strain terbaru. Virus itu sendiri telah ditunjuk sebagai SARS-CoV-2 oleh Komite Internasional tentang Taksonomi Virus.

Para peneliti telah menyerukan nama resmi untuk menghindari kebingungan dan stigmatisasi kelompok atau negara mana pun.

"Kami harus menemukan nama yang tidak merujuk ke lokasi geografis, hewan, individu, atau kelompok orang, dan juga dapat diucapkan dan terkait dengan penyakit ini," kata Tedros.

"Memiliki nama penting untuk mencegah penggunaan nama lain yang bisa tidak akurat atau menstigmatisasi. Itu juga memberi kita format standar untuk digunakan untuk wabah koronavirus di masa depan."

Baca juga: Indonesia Tak Masuk Daftar 27 WNA di China Positif Terjangkit Korona

Nama baru diambil dari kata "corona", "virus" dan "penyakit", dengan 2019 mewakili tahun munculnya (wabah itu dilaporkan ke WHO pada 31 Desember 2019).

Sekarang ada lebih dari 42.200 kasus yang dikonfirmasi di seluruh Tiongkok. Jumlah kematian telah melampaui epidemi SARS pada 2002-2003.

Pada hari Senin, sekitar 103 orang meninggal di provinsi Hubei, sebuah catatan harian tinggi, dan jumlah kematian nasional sekarang 1.016. Tetapi jumlah infeksi baru secara nasional turun hampir 20 persen dari hari sebelumnya, dari 3.062 menjadi 2.478.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: