
Pantau - Pemerintah China mengecam keras meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah yang menargetkan warga sipil serta fasilitas nonmiliter di tengah eskalasi serangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pemerintah China menilai serangan terhadap warga sipil merupakan tindakan yang melanggar prinsip kemanusiaan serta bertentangan dengan hukum internasional yang berlaku.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan posisi resmi Beijing terkait situasi tersebut dalam pernyataan mengenai perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.
"Kami menentang segala bentuk serangan yang menargetkan warga sipil dan fasilitas nonmiliter karena hal itu melanggar prinsip kemanusiaan dan hukum internasional," ungkap Wang Yi.
China Tekankan Kedaulatan Negara Arab
Wang Yi menegaskan bahwa kedaulatan, keamanan, serta integritas wilayah negara-negara Arab harus dihormati oleh seluruh pihak yang terlibat dalam konflik.
Ia menyatakan bahwa setiap negara memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan serta wilayahnya tanpa campur tangan yang melanggar hukum internasional.
"Kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah negara-negara harus dihormati oleh semua pihak," ujarnya.
Pemerintah China menilai eskalasi konflik yang terus meningkat hanya akan menimbulkan kerugian besar bagi seluruh pihak yang terlibat.
Menurut Beijing, konflik yang berkepanjangan berpotensi memperburuk stabilitas politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
China juga menekankan bahwa penyelesaian konflik melalui dialog serta jalur diplomasi merupakan langkah paling rasional dan bertanggung jawab.
Ketegangan Ancam Stabilitas Energi Global
Pemerintah China turut menyoroti dampak ketidakstabilan di Timur Tengah terhadap perdagangan energi global.
Beijing menyebut wilayah seperti Selat Hormuz memiliki peran penting dalam jalur distribusi energi dunia terutama minyak dan gas.
China memperingatkan bahwa ketegangan di kawasan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global serta memicu kenaikan harga energi di pasar internasional.
Konflik terbaru dilaporkan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran termasuk beberapa lokasi strategis di ibu kota Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban di kalangan warga sipil serta kerusakan pada sejumlah fasilitas.
Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Serangan balasan tersebut menandai peningkatan signifikan dalam eskalasi konflik regional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan syahid pada hari pertama operasi militer dalam rangkaian konflik tersebut.
Peristiwa tersebut memicu masa berkabung nasional selama 40 hari di Iran sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin tertinggi negara tersebut.
Selain China, Rusia juga menyampaikan kecaman terhadap operasi militer yang terjadi dalam konflik tersebut.
Pemerintah Rusia menyerukan deeskalasi segera serta menekankan pentingnya langkah diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan.
China kembali menegaskan bahwa penghormatan terhadap hukum internasional serta dialog dan diplomasi merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan ketegangan di Timur Tengah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








