Pantau Flash
Trump Berharap Seluruh Warga AS Disuntik Vaksin COVID-19 April 2021
Giannis Antetokounmpo MVP NBA 2020, Kalahkan King James dan Harden
Depok Berikan Kelonggaran Terhadap Aktivitas Warga 2 Pekan ke Depan
Rektor IPB Positif COVID-19 Tanpa Tunjukkan Gejala
Tambahan Kasus Harian COVID-19 RI Rekor Lagi, 4.168 Dinyatakan Positif

Ahok Minta Kementerian BUMN Dibubarkan dan Kekonyolan Gaji di Pertamina

Ahok Minta Kementerian BUMN Dibubarkan dan Kekonyolan Gaji di Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) blak-blakan soal internal yang ada di perusahaan plat merah itu. 

Ahok menjelaskan, jika jabatannya sesuai yang tertera adalah Komut dengan pekerjaan utama adalah mengawasi dewan direksi yang ada. Namun hal itu dibantah oleh mantan gubernur DKI Jakarta itu.

"Saya ini ekskutor, bukan komisaris utama sebetulnya. Komisaris di BUMN itu sebetulnya neraka lewat, surga belum masuk," kata Ahok, seperti dikutip Pantau.com dari video yang diunggah channel YouTube, POIN, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Pertamina Rugi Rp11 T, Poyuono Gerindra: Tepatnya Sekarang Pak Jokowi...

Karena banyak kejanggalan yang terjadi, seperti lokasi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang harus dilakukan di Kementerian BUMN. Ia bahkan dengan lantang meminta agar Kementerian BUMN dibubarkan saja dan diganti dengan Temasek.

Gunanya adalah sebagai penghubung antara holding yang ada di Kementerian yang dipimpin oleh Erick Thohir itu, dan diberi nama Indonesia incorporation.

"Kementerian BUMN dibubarkan saja, dan membangun semacam Tamasek," tegas mantan bupati Belitung Timur itu.

Baca juga: Pertamina Rugi Belasan Triliunan, Warganet Ramai-ramai Colek Ahok

Ia juga menyoroti sistem gaji yang ada di Pertamina. Ahok mencontohkan, gaji yang ada di Pertamina sangat tidak masuk akal, bahkan ketika oknum yang dicopot sudah tidak ada jabatan.

"Orang dicopot miasalnya dirut anak perusahaan, gaji Rp100 juta, terus dicopot gajinya masih dengan alasan orang lama. Ya harusnya kan gaji mengikuti jabatan anda," terang Ahok.

"Tapi mereka bikin gaji pokok gede-gede semua. Jadi bayangin orang sekian tahun bisa gaji pokok Rp75 juta, dicopot nggak ada kerjaan tetap dibayar segitu. Gila aja. Ini lagi kita ubah sistem ini."

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: