Pantau Flash
Jakarta Pagi Cerah Berawan, Waspada Hujan Petir Sore Hingga Malam Hari
Mahfud Klaim Pemerintah Tak Berencana Bebaskan Napi Koruptor Gegara Korona
Zona Merah COVID-19 di Kabupaten Bogor Kini Merambah Jonggol
Asisten Pelatih Timnas Indonesia Positif Virus Korona
Yasonna Bantah Sengaja Ingin Bebaskan Napi Koruptor

Anies Baswedan Tolak Undangan Deklarasi Ormas Bertajuk for President 2024

Headline
Anies Baswedan Tolak Undangan Deklarasi Ormas Bertajuk for President 2024 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan di Wihara Dharma Bhakti, Jakarta, Sabtu (25/1/2020). (Foto: Antara/Muhammad Zulfikar)

Pantau.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menolak undangan dari acara sebuah organisasi masyarakat untuk mendeklarasikan dirinya maju menjadi calon presiden 2024.

Acara tersebut diprakarsai Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) dalam acara "Anies For President 2024."

Baca juga: Anies Butuh Wakil dari Kalangan Politisi dengan Tingkat Komunikasi Tinggi

"Pak Anies belum mau, karena urus Jakarta Raya, dan saya denger langsung bertemu gubernur, saya langsung kontak beliau dan bicara di Hotel Bidakara di pernikahan anak Haji Lulung," ujar Ketua GPMI DKI Jakarta Raya Syarief Hidayatulloh di Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Syarief bersikeras isi undangan deklarasi yang dia gelar, masih sesuai dengan konteks acara, yang diharapkannya untuk mengawal kinerja Anies dan Presiden Joko Widodo hingga masa jabatan usai.

Padahal, acara yang digelar secara resmi pada saat itu adalah pelantikan dan peresmian sekretariat Brigade GPMI yang terletak di Jalan Inspeksi Kali Mookevat, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Namun saat meresmikan bangunan sekretariat GPMI, Syarief menyebut bangunan tersebut ditujukan untuk mengantar Anies menjadi presiden.

"Kita mengantarkan tempat berzikir ini, untuk mengantarkan Anies menjadi presiden," ungkapnya.

Sementara itu, Syarief mengatakan perkumpulan kali ini sebagai persiapan membangun dukungan massa untuk Anies, yang disebutnya sebagai daulat rakyat.

Pada sambutannya, ia mengaku tidak akan menggelar deklarasi menjadikan Anies sebagai presiden.

Syarief juga sempat menyinggung soal undang-undang. Tanpa menyebutkan rinci undang-undangnya, ia menganggap deklarasi sebelum pemilu dapat menyeret Anies ke dalam isu pemecatan.

"Jadi enggak boleh ada deklarasi pejabat, enggak boleh saya tahu, ini bisa dicopot Pak Anies nanti karena ada undang-undangnya," ujar Syarief.

Baca juga: Anies Balas Surat Mensesneg Soal 4 Syarat Penyelenggaraan Formula E Monas

Namun nantinya, dukungan GPMI secara resmi untuk deklarasi dukungan Anies menjadi calon presiden 2024 akan digelar di lokasi berbeda.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: