Pantau Flash
Reza Rahadian-Acha Septriasa Kembali Berpasangan di Film Layar Lebar
BNPB: Gubernur Sulbar Tetapkan Status Tanggap Darurat Pascagempa
Greysia/Apriyani Raih Gelar Juara Thailand Open 2021
Semeru Berstatus Waspada, Warga Diimbau Tak Beraktivitas Radius 1 Km
Jelang MotoGP Mandalika, Sandiaga Pastikan Homestay di Desa Wisata Gerupuk Siap

Asrama Mahasiswa Papua di Ambon Dikepung TNI-Polri? Ini Kronologinya

Asrama Mahasiswa Papua di Ambon Dikepung TNI-Polri? Ini Kronologinya Ilustrasi hoax. (Foto: Antara)

Pantau.com - Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Maluku, menegaskan tidak ada upaya pengepungan asrama mahasiswa asal Papua di BTN Wayame, Kecamatan Teluk Ambon oleh TNI maupun Polri dan video yang disebarkan adalah berita bohong atau hoax.

"Video hoax yang disebarkan melalui akun FB bernama Abner Holago memang membuat marah warga setempat, namun tidak ada pengepungan jalan masuk maupun mess mahasiswa ini," kata Leatemia di Ambon, Selasa (1/12/2020).

Postingan video hoax ini menggambarkan seakan-akan warga Wayame bersama salah seorang dosen, RT setempat, Dolvis da Costa bersama perangkat desa telah mengintimidasi mahasiswa Papua.

Baca juga: Kondisi Terkini Masyarakat Sigi Usai Insiden Berdarah di Desa Lembantongoa

Menurut dia, kejadiannya bermula pada Senin, (30/11) sekitar pukul 21:30 Wit bertempat di BTN Wayame Blok 4 RT 011 RW 06 Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, tepatnya di kontrakan mahasiswa Papua ada warga asing masuk ke mess itu.

Warga asing ini diduga berasal dari salah satu desa di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Kemudian pejabat Desa Wayame, ketua RT setempat beserta perangkat desa menyambangi mess mahasiswa Papua.

"Pukul 21:50 Wit Pejabat Desa Wayame, Nur Alan La Saleman beserta staf tiba didampingi Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Wayame untuk menanyakan identitas orang yang baru berkunjung ke mess dimaksud," ucapnya.

Namun terjadi penolakan dari mahasiswa Papua yang berada di dalam mess sambil membuat video provokatif, seakan akan mereka dikepung oleh TNI-Polri.

Perangkat Desa Wayame, Bhabinkamtibmas, dan Bhabinsa keluar dari mess mahasiswa Papua karena tidak diizinkan masuk untuk menanyakan identitas terhadap tamu yang baru masuk.

Untuk menjaga situasi keamanan di sekitar lokasi tersebut, personil Polsek Teluk Ambon berjaga-jaga di sekitar lokasi mess mahasiswa Papua.

Ketua RT 011 RW 06 Desa Wayame, Dolvis da Costa juga membantah adanya aksi pengepungan oleh aparat TNI, Polri, dan RT serta perangkat Desa Wayame terhadap mess mahasiswa Papua.

"Saya bersama perangkat RT dan masyarakat masuk mess itu hanya untuk menanyakan ada orang yang dicurigai karena ketika kita masuk dan ada yang lari ke belakang mess," akui Dolvis.

Baca juga: Soal Belajar Tatap Muka di Jateng, Ganjar Pranowo: Belum Bisa Makregudug

Pejabat Desa Wayame, Nur Alan La Saleman juga menyatakan video yang menyebutkan ada intimidasi terhadap adik-adik mahasiswa Papua di mes Wayame itu tidaklah benar.

"Kedatangan aparat keamanan dan pengurus RT semata-mata adalah patroli wilayah yang sering kali dilakukan, terutama oleh RT dan Bhabinkamtibmas maupun Banbinsa jadi sama sekali tidak ada intimidasi, apalagi sampai melarang mereka keluar dan tidak bisa makan," tandasnya.

Kehadiran aparat keamanan ini pada Senin, (30/11) malam itu sempat terjadi adu mulut karena mereka mengusir para petugas yang datang di mess mereka.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: