Pantau Flash
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Bamsoet Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung
Kasus Baru COVID-19 Per 24 Oktober Bertambah 4.070, Total 385.980
Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMKM Tidak Dipungut Biaya Alias Gratis
DPD KAI Laporkan Tri Rismaharini kepada Mendagri Tito Karnavian

Banjir Bandang Sukabumi: 3 Orang Hanyut, 20 Orang Luka-luka

Headline
Banjir Bandang Sukabumi: 3 Orang Hanyut, 20 Orang Luka-luka Suasana saat kejadian banjir bandang yang melanda Kecamatan Cicurug pada Senin, (21/9). (Foto: Antara/Aditya Rohman)

Pantau.com - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi masih mencari tiga orang yang diidentifikasi hanyut akibat banjir bandang.

"BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 20 orang mengalami luka-luka dan 210 keluarga mengungsi dari Kecamatan Cicurug. Hingga pukul 22.00 WIB Senin (21/9), petugas masih mendata di tiga kecamatan terdampak," kata Raditya melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Baca juga: Peringatan Banjir Warga Jakarta! Bendungan Katulampa Bogor Siaga I

Raditya mengatakan, tiga kecamatan yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat adalah Kecamatan Cicurug, Kecamatan Parung Kuda, dan Kecamatan Cidahu.

Lima desa yang terdampak banjir di Kecamatan Cicurug adalah Desa Pasawahan, Cisaat, Mekarsari, Bangbayang, dan Kelurahan Cicurug. Sedangkan desa terdampak di Kecamatan Parung Kuda adalah Desa Langensari dan Desa Kompa.

"BPBD Kabupaten Sukabumi mengidentifikasi kerusakan di tiga kecamatan tersebut, yaitu 306 rumah terendam dengan enam rumah rusak berat dan tiga rumah rusak sedang. Sarana publik yang terdampak, antara lain 10 jembatan rusak berat dan satu mushola terendam," tuturnya.

Hujan dengan intensitas tinggi pada Senin 21 September 2020, menyebabkan Sungai Citarik-Cipeuncit meluap pada pukul 17.00 WIB yang menyebabkan banjir bandang di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: Sejak Anies Tarik Rem Darurat, Penumpang Harian Angkutan Umum Menurun

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di wilayah Provinsi Jawa Barat untuk Selasa dan Rabu (23/9) dengan potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang.

BNPB mengimbau masyarakat selalu waspada terhadap kemungkinan bahaya bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, angin puting beliung, banjir, banjir bandang, atau tanah longsor. "Angin puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya," jelas Raditya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: