Pantau Flash
Baleg DPR Agendakan Raker dengan Pemerintah Sebelum Bahas RUU Ciptaker
PSBB DKI Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020
Laboratorium Rapid Test PCR Korona RSPAD Gatot Soebroto Segera Beropersi
Pemerintah: 14.354 Spesimen Telah Diperiksa untuk Deteksi COVID-19
Menkeu: 11,9 Juta Nasabah KUR Dapat Penundaan Cicilan Pokok dan Bunga

Cerita Mahasiswa Asal Bogor Tentang Kondisi Wuhan Setelah Korona Menyebar

Headline
Cerita Mahasiswa Asal Bogor Tentang Kondisi Wuhan Setelah Korona Menyebar Yusuf Azhar (21) didampingi ibunya, Apriliya, di kediaman mereka di Desa Gunungsindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/2/2020), menceritakan kondisi Kota Wuhan, China, saat COVID-19 mewabah. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Pantau.com - Yusuf Azhar (21), warga Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama dua pekan berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Saat itulah virus korona baru menimbulkan wabah penyakit yang disebut Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

"Kita di asrama sekitar dua minggu, lokasinya (wabah COVID-19) lumayan dekat dari tempat saya, tapi karena kita selalu memakai masker dan menjaga kesehatan, Alhamdulillah semua aman," kata Yusuf, mahasiswa jurusan ekonomi di Central China Normal University di Wuhan.

Baca juga: Berbendera Merah Putih dan Air Mata, WNI dari Wuhan Tinggalkan Natuna

Di rumah keluarganya di Bogor, Minggu (16/2/2020), anak dari pasangan Cik Nang dan Apriliya itu menuturkan bahwa Kota Wuhan sangat sepi saat COVID-19 mewabah karena akses keluar masuk kota itu sangat dibatasi.

Pembatasan tersebut membuat Yusuf dan mahasiswa lain lebih banyak tinggal di asrama. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu di dalam kamar. Hanya sesekali keluar untuk membeli stok bahan makanan.

"Kita keluar hanya membeli bahan pokok dan kebutuhan lainnya untuk dua hingga tiga hari ke depan," kata Yusuf.

Yusuf memilih memasak makanannya sendiri dan mengaku sangat berhati-hati dalam memilih bahan makanan yang akan dimasak.

"Kita di sana menjauhi makanan dari restoran dan memang restoran juga pada tutup. Kita beli bahan mentah terus diolah sendiri di asrama sama mahasiswa Indonesia," kata Yusuf.

Baca juga: 14 Hari Observasi Korona di Natuna Selesai, WNI Dilepas Doa Tepung Tawar

Bersama warga negara Indonesia yang lain, Yusuf dievakuasi dari Wuhan pada awal Februari 2020. Mereka tiba di Indonesia pada 2 Februari dengan fasilitas dari pemerintah.

Setibanya di Indonesia, Yusuf dan warga negara Indonesia lain yang dipulangkan dari Wuhan harus menjalani observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau. Mereka kembali ke daerah asal masing-masing setelah masa observasi berakhir pada 15 Februari 2020.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: