Ingin Pasang Susuk, Pedagang Pasar Malah Tertipu Modus Ganda Uang

Tukang sayur tersangka pengganda uang (tengah) menunjukkan barang bukti uang mainan pecahan Rp100.000Tukang sayur tersangka pengganda uang (tengah) menunjukkan barang bukti uang mainan pecahan Rp100.000

Pantau.com – Seorang pedagang sayur di Kabupaten Magelang bernama Artamto (45), karena terlibat penipuan penggandaan uang dengan cara menarik uang gaib.

Kapolres Temanggung, AKBP Benny Setyowadi, di Temanggung, Kamis (12/11/2020), mengatakan, tersangka mengelabui seorang pedagang, Sri Mulyani warga Kemloko, Kranggan, Kabupaten Temanggung, hingga menelan kerugian Rp51 juta.

Ia menuturkan korban dan pelaku bertemu di Semarang, korban saat itu akan memasang susuk. Lalu ditanya pelaku alasannya dan dia mengemukakan permasalah yang dihadapi sehingga pelaku menawari untuk mengusahakan memberikan uang dalam waktu singkat.

“Korban terpikat untuk mendapatkan uang miliaran rupiah dari pelaku dalam waktu yang singkat, meski harus menyediakan uang Rp15 juta sebagai akad dan uang zakat Rp35 juta,” katanya.

Baca juga: Tusuk Dada dan Perut Pengunjung Warkop, Pria Ini Akhirnya…

Korban bahkan menyerahkan uang akad total Rp16 juta dari Rp15 juta yang dipersyaratkan. Uang tersebuat diserahkan secara bertahap.

“Uang itu diserahkan secara tunai dan ditransfer melalui nomor rekening,” katanya.

Kepala Satuan Reskrim Polres Temanggung, AKP Ni Made Srinitri, menambahkan setelah mendapat uang dari korban, pelaku melakukan ritual tertentu guna menarik uang gaib.

Satu hari setelah ritual, kemudian bungkusan mori yang digunakan ritual dibuka dan keluar uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000. “Namun begitu dicek ternyata uang itu merupakan uang mainan sehingga korban segera melapor ke polisi,” katanya.

Ia menyebutkan barang bukti yang disita, yakni tiga lembar kain mori warna putih, 606 lembar uang mainan pecahan Rp100.000, 300 lembar uang mainan pecahan Rp50.000, bukti transfer, satu keris terbungkus kain mori putih, satu piring berisi bunga setaman, satu karpet biru motif gambar ikan dan telepon seluler.

“Tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara,” katanya.

Baca juga: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu dari Malaysia Senilai Rp100 M

Tersangka Artamto mengatakan sebenarnya dirinya juga tidak percaya dengan penarikkan uang gaib, tetapi karena ada saja warga yang percaya sehingga dimanfaatkan untuk mendapatkan uang.

“Saya dapat uang Rp35 juta yang habis untuk berfoya-foya di tempat prostitusi. Sedangkan sisanya bagian teman yang membantu dan kini teman saya menghilang,” katanya. 

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan N