Pantau Flash
Robert Minta Pemain Persib Hindari Kerumunan Saat Jalani Latihan Mandiri
Wow, Ternyata Ada Tiga Juta Warga Luar DKI yang Terima Vaksin Covid-19 di Jakarta
Menteri Halim Ajak Kampus Bersinergi Bangun Desa
Jakarta Diperkirakan Diguyur Hujan pada Malam Nanti
Keren! Greysia/Apriyani Tembus ke Final Olimpiade Tokyo

Jabat Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Pernah Turunkan Gatot di Surabaya

Jabat Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Pernah Turunkan Gatot di Surabaya Ilustrasi Polri. (Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menilai penempatan Irjen Pol Muhammad Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya sebagai langkah tepat karena dia dikenal tegas saat menjabat sebagai Kapolda Jatim.

Direktur Eksekutif Lemkapi Dr Edi Hasibuan di Jakarta, Selasa (17/11/2020), mengatakan Fadil dengan tegas membubarkan acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya pada 28 September 2020.

Bahkan, Fadil meminta inisiator KAMI, Gatot Nurmantyo untuk turun mimbar sebelum pidato di Surabaya, kata mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini. "Kami menilai Pak Kapolri sudah menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat," kata Edi menegaskan.

Baca juga: Kapolda Jabar yang Baru Harus Antisipatif Tegakkan Protokol Kesehatan

Menurut dosen Universitas Bhayangkara ini, pada masa pandemi COVID-19 ini, rakyat butuh sosok pimpinan yang tegas dalam memimpin agar masyarakat tertib dan terhindar dari penularan wabah.

Selain itu, Lemkapi juga memberikan dukungan penunjukan Irjen Pol Nico Afinta sebagai Kapolda Jatim dan Irjen Pol Ahmad Dofiri sebagai Kapolda Jabar dan Irjen Pol Rikwanto menjadi Kapolda Kalsel, Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo menjadi Kapolda Jambi, Irjen Pol Refdi Andri menjadi Kapolda Maluku dan Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra sebagai Kapolda Bali.

Sebelumnya, Kapolri melalui telegram Nomor ST/3222/XI/Kep./2020 tanggal 16 November 2020 mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sujana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Suhfariadi.

Baca juga: Infografis Kapolda Metro dan Kapolda Jabar Dicopot karena Habib Rizieq

Mereka dicopot karena terkait terjadinya pelanggaran protokol kesehatan acara yang dihadiri tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan ribuan orang di Petamburan, Jakarta, 14 November 2020 dan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, 13 November 2020.

"Ada dua Kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan, yaitu Kapolda Metro Jaya. Kemudian yang kedua adalah Kapolda Jawa Barat," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/11).

Telegram Kapolri juga berisi pergantian Kapolda Jatim, Kapolda Jabar, Kapolda Kalsel, Kapolda Jambi, Kapolda Maluku dan Kapolda Bali, namun mereka diganti karena mutasi yang bersifat pembinaan karir.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: