Pantau Flash
Disiplin Terapkan Prokes, Ketua Satgas COVID-19 Positif Korona
Total Positif COVID-19 di Indonesia Capai 965.283 dengan 13.632 Kasus Baru
BMKG Prediksi Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Diguyur Hujan Disertai Petir
BPJS Kesehatan Pantau Pemanfaatan Aplikasi P-Care Vaksinasi COVID-19
Gempa Besar Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara

Partai Demokrat Singgung Jokowi: Solusinya Bukan Marah-marah

Headline
Partai Demokrat Singgung Jokowi: Solusinya Bukan Marah-marah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam Google For Indonesia secara daring, Rabu (18/11/2020). (Foto: Antara/Arnidhya Nur Zhafira)

Pantau.com - Anggota Majelis TInggi Partai Demokrat Syarief Hasan menyinggung gaya kepemimpinan Presiden Jokowi yang dianggap doyan marah-marah. Namun, sedikit untuk menghadirkan solusi.

"Bila ingin efektif, Presiden seharusnya melakukan evaluasi kinerja per-bulan sejak marah-marah pertama kali," cuitan akun Twitter Partai Demokrat @PDemokrat yang dikutip Pantau.com, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Korindo 'Sengaja' Bakar Lahan Papua, Demokrat: Jangan Dikira Pilih Kasih

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI itu menegaskan, butuh ketenangan dan kerja sama yang apik untuk bertahan di tengah pandemi COVID-19 dan juga resesi ekonomi. "Dalam keadaan pandemi COVID-19 dan resesi ekonomi, solusinya bukan marah-marah, namun harus bekerja dgn manajemen pemerintahan yg terstruktur & terukur," pungkasnya.

Sebagai informasi, pada rapat kabinet di Istana Negara 18 Juni lalu, Presiden Jokowi tidak bisa menutupi amarahnya akiabt penangan virus COVID-19 yang terkesan lamban oleh para menteri kabinet Indonesia Maju Jilid II. Bahkan setelahnya, muncul isu reshuffle kabinet.

Kemudian, Jokowi kembali dibuat meradang akibat tarik ulur pemerintah pusat dengan provinsi di bulan yang sama. Akibatnya, dana santunan bagi tenaga kesehatan yang gugur dalam menangani COVID-19 terlambat. 

Baca juga: Presiden Jokowi: Aturan Turunan UU Ciptaker Diselesaikan Secepatnya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai tahun 2020 begitu menantang bagi seluruh dunia. Musababnya, seluruh negara ditantang memecahkan masalah yang tidak terduga sebelumnya.

Untuk diketahui, pandemi COVID-19 membuat ekonomi global mengalami kontraksi. Tak terkecuali, ekonomi Indonesia yang kini mengalami resesi setelah dua kuartal berturut-turut mengalami minus. “Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat krusial bagi dunia. Sangat sulit bagi dunia. Semua negara ditantang untuk memecahkan masalah yang tidak terduga sebelumnya,” ujar Jokowi dalam acara APEC CEO Dialogues 2020, Kamis, 19 November 2020 lalu.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: