Pantau Flash
Erick Thohir: Pemerintah Berupaya Tingkatkan Produksi Vaksin COVID-19
Biaya Suntik Vaksin COVID-19 Akan Ditanggung Pemerintah
Kemendikbud Terbitkan Kepmen 719/P/2020 Tentang Kurikulum Darurat
Dishub DKI Sebut Ganjil Genap Bisa Berlaku Seharian Tanpa Skema Waktu
Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau COVID-19

Pemerintah Siapkan Bantuan Sosial kepada Pekerja Informal Terdampak Korona

Pemerintah Siapkan Bantuan Sosial kepada Pekerja Informal Terdampak Korona Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020). (Foto: Antara/Yogi Rachman)

Pantau.com - Pemerintah telah menyiapkan skema pemberian bantuan sosial kepada para pekerja sektor informal yang terdampak wabah COVID-19.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono mengatakan pemerintah telah mengeluarkan stimulus lanjutan yang salah satu tujuannya untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah wabah COVID-19.

"Untuk pekerja sektor informal seperti usaha  warung, pedagang kecil dan pasar, datanya kami coba koordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi pasar dan sebagainya," kata Susiwijono dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Wapres Minta Masyarakat Tidak Mudik Lebaran 2020

Selain itu, dia mengatakan para pengemudi ojek online juga menjadi sasaran penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Susiwijono mengaku pihaknya juga telah berkoordinasi dengan penyedia layanan ojek online, seperti Gojek dan Grab.

"Demikian juga para pekerja harian di mal dan pusat perbelanjaan, kita sudah menghubungi beberapa asosiasi. Kita akan mendata pekerja harian untuk mendapat bantuan langsung tunai untuk meningkatkan daya beli," ujarnya.

Terkait metode pemberian, menurut dia, akan dilakukan melalui kartu pra kerja yang fungsinya diubah untuk membantu program bantuan langsung tunai saat wabah virus korona.

"Kartu pra kerja kita geser fungsinya yang tadinya untuk peningkatan kompetensi melalui vokasi, kita geser untuk mendukung program bantuan langsung tunai," jelasnya.

Baca juga: Larang Warga Jakarta Mudik, Begini Langkah Hukum Anies Baswedan

Lebih lanjut, dia mengatakan program pemberian bantuan sosial kepada pekerja sektor informal melalui kartu pra kerja ini akan berjalan secepatnya pada 1 April mendatang.

"Kemarin kita mengajukan angka untuk setiap orang pemegang kartu pra kerja bisa mendapatkan biaya pelatihan satu juta rupiah dan insentif satu juta per bulan selama empat bulan jadi total lima juta rupiah," tambahnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: