Pantau Flash
Nissan Pastikan Tutup Pabrik di Indonesia
Pemerintah Segera Terbitkan Protokol Latihan dan Kompetisi Olahraga
Dinkes Jakpus Pendatang Tanpa SIKM Harus Tes Swab Biaya Sendiri
Upacara Tetap Digelar di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020
Presiden Jokowi Kaji Prioritas Usulan 245 Proyek Strategis Nasional Baru

Peran Pemerintah Dibutuhkan untuk Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Peran Pemerintah Dibutuhkan untuk Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Ketua Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PP POGI) Ari Kusuma Januarto mengatakan peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

"Stunting (Kekerdilan) juga merupakan tanggungjawab kami, karena kita tahu mungkin permasalahan stunting muncul pada waktu masa kehamilan, bagaimana nutrisi ibu hamil itu penting sekali," ujar Ari pada simposium Rosade Lampung 2020 ke-3 di Bandarlampung, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: 5 Hal yang Akan Berubah Sebelum dan Setelah Memiliki Anak

Ia mengatakan permasalahan stunting juga menjadi tugas dari spesialis obstetri dan ginekologi.

Ari dalam kesempatan itu mengapresiasi kehadiran Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi yang menunjukan bentuk kepedulian terhadap kesehatan di Provinsi Lampung.

"Ayo selama ini kita sudah sama-sama bekerja tetapi kita belum bekerja sama, pada kesempatan ini menjadi momen yang baik untuk kita maju ke depan bersama-sama khususnya untuk Lampung," jelasnya.

Ketua Panitia kegiatan itu M Indrawan Yachya menerangkan rosade adalah pertemuan rutin para spesialis obstetri dan ginekologi atau dokter kebidanan dan kandungan regional Sumatera bagian Selatan, Bangka Belitung dan direncanakan akan diperluas hingga se-Sumatera.

Baca juga: 7 Masalah Utama pada Bayi saat Tumbuh Gigi dan Cara Mengatasinya

Acara ini, tambahnya juga merupakan wadah peningkatan pengetahuan dan keterampilan khususnya dalam penanganan kasus-kasus kebidanan dan kandungan.

"Sekaligus sebagai sarana silaturahmi antar dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter umum dan bidan serta tenaga kesehatan lainnya," ujar Indrawan.

Ia menyebutkan pelaksanaan rangkaian kegiatan sendiri telah dilaksanakan sejak 12 Februari 2020 berupa kegiatan pelatihan InAlarm dan berbagai workshop.

"Workshop dalam menunjang pelayanan kesehatan sehari-hari khususnya kesehatan reproduksi perempuan dan hari ini pelaksanaan simposium," lanjutnya.

Indrawan berharap para peserta Rosade Lampung 2020 bisa semakin berkiprah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan reproduksi perempuan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: