Pantau Flash
Ronaldinho Segera Bebas Setelah Kejaksaan Sepakati Kesepakatan
Polisi Jerat 'Gilang Bungkus' dengan Pasal Perbuatan Tidak Menyenangkan
Juventus Resmi Pecat Maurizio Sarri
TikTok Ancam Tempuh Jalur Hukum Usai Diblokir Donald Trump
Pemerintah Beri Santunan Rp300 Juta untuk Tenaga Medis Gugur Tangani Korona

Pernyataan Mencengangkan Guru Besar IPA UGM Soal Disinfektan

Pernyataan Mencengangkan Guru Besar IPA UGM Soal Disinfektan Ilustrasi penyemportan disinfektan. (Foto: Antara/Fauzi Lamboka)

Pantau.com - Guru Besar Ilmu Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dra Wega Trisunaryanti MS PhD Eng mengatakan belum ada riset yang mengatakan bahwa disinfektan biasa yang disemprotkan pada lingkungan sekitar ampuh dalam membunuh virus korona jenis baru atau COVID-19.

"Selama ini belum ada riset yang mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan biasa bisa membunuh COVID-19. Untuk itu butuh riset yang seksama juga untuk memastikan virus ini mati atau tidak," ujar Wega saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Meski demikian, disinfektan biasa ampuh dalam membunuh bakteri baik bakteri baik maupun bakteri jahat. Dengan catatan, disinfektan yang digunakan yang mengandung alkohol 70 persen.

Baca juga: Pemkot Jaksel Gunakan Drone untuk Semprotkan Disinfektan


Guru Besar Ilmu Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dra Wega Trisunaryanti MS PhD Eng (Foto: Antara/HO- Dok pri)

Bakteri dan virus memiliki perbedaan ukuran, yang ukuran bakteri jauh lebih besar dan dapat dilihat dengan mikroskop cahaya. Sedangkan virus biasanya ukurannya lebih kecil dan membutuhkan mikroskop elektron untuk melihatnya.

Wega menambahkan untuk membunuh virus COVID-19 sebenarnya bisa dengan disinfektan dengan kandungan alkohol yang lebih tinggi maupun penyanitasi tangan yang sesuai standar WHO dan BPOM.

"Teman saya mempublikasi jurnal di jurnal internasional, tapi bukan yang bereputasi internasional. Dia mengatakan COVID-19 bisa mati dengan campuran alkohol sekitar 80 persen, 1,33 persen hidrogen peroksida, dan air. Itu kandungan yang terdapat pada disinfektan atau penyanitasi tangan sesuai standar BPOM dan WHO. Disinyalir bisa mati dengan campuran alkohol dan hidrogen peroksida," terang dia lagi.

Penelitian mengenai COVID-19, lanjut dia, terutama di jurnal internasional bereputasi belum terlalu banyak karena COVID-19 merupakan pandemi baru di dunia. Dia juga menyarankan agar penyemprotan disinfektan tidak dilakukan secara berlebihan, karena akan membunuh bakteri baik di alam. Penyemprotan disinfektan, kata dia, lebih kepada aspek psikologis, yakni untuk menenangkan masyarakat pada saat merebaknya pandemi global COVID-19.

Baca juga: Lakukan Karantina Wilayah, Orang Sakit Dilarang Masuk Sumbar

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: