Pantau Flash
Angka COVID-19 Melonjak, Ekonomi Indonesia Diprediksi Akan Tumbuh 4 Persen pada Kuartal II
Merasa Percaya Diri karena Sudah Divaksin Turut Pengaruhi Lonjakan Kasus COVID-19
Hindari Kerumunan, Kemenag Wajibkan Panitia Kurban Antar Daging ke Rumah Penerima
Pemerintah Izinkan Shalat Idul Adha Digelar di Masjid di Luar Zona Merah dan Oranye
Wapres Sebut MUI Terapkan Moderasi dalam Fatwa Vaksin COVID-19

Petugas di Perbatasan DKI Jakarta dan Banten Kesulitan Bedakan Pemudik dengan Pengendara Pulang Kerja

Petugas di Perbatasan DKI Jakarta dan Banten Kesulitan Bedakan Pemudik dengan Pengendara Pulang Kerja Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat meninjau pelaksanaan penyekatan arus mudik di Gerbang Tol Cikupa, Tangerang, Banten. (ANTARA/HO-Humas Menko PMK).

Pantau.com - Petugas gabungan di lokasi penyekatan arus mudik wilayah perbatasan DKI Jakarta dengan Banten sulit membedakan pelaku perjalanan mudik dengan yang pulang kantor, ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

"Karena ini perbatasan jadi banyak mereka yang mau pulang habis bekerja dari Jakarta sehingga sulit memisahkan siapa yang mau pulang, siapa yang sebetulnya mau mudik. Karena itu, kecermatan dari petugas sangat penting," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (12/5/2021).

Baca juga: H-1 Lebaran, MUI Minta Masyarakat Tidak Nekat untuk Mudik

Pernyataan itu disampaikan Muhadjir usai memantau secara langsung situasi penyekatan arus mudik di Gerbang Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, guna memastikan kelancaran kegiatan.

Muhadjir mengapresiasi pengelolaan petugas penyekatan mudik di gerbang tol keluar menuju Merak, Banten, dan sekitarnya tersebut.

Metode pemeriksaan yang dilakukan, kata Muhadjir, sangat cermat termasuk dalam mengantisipasi kemungkinan pemudik “colongan” yang naik di dalam bis maupun kontainer.

“Saya sore ini langsung melihat 'on the spot' di pintu keluar Cikupa dan pengelolaannya sudah sangat bagus dari aparat, baik Polri maupun TNI," katanya.

Proses pemeriksaan muatan kendaraan pun dilakukan secara cermat sehingga tidak memicu perdebatan dengan penumpang yang dicurigai.

Petugas telah mempersiapkan jalur khusus bagi kendaraan yang dicurigai melakukan perjalanan jarak jauh atau mudik.

Baca juga:Tercatat 1,2 Juta Warga Meninggalkan Jakarta di Tengah Pemberlakuan Larangan Mudik

Berdasarkan laporan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, hingga Selasa (11/5/2021) pukul 14.00 WIB, total kendaraan yang diputarbalik arah berjumlah 168 unit kendaraan, terdiri atas kendaraan pribadi sebanyak 120 unit, kendaraan umum sebanyak 38 unit, dan kendaraan barang sebanyak sepuluh unit.

“Mayoritas mereka diminta putar balik karena memang tidak memiliki kelengkapan surat-surat tugas yang harusnya dibutuhkan. Lalu, kalau untuk kendaraan barang itu karena overload,” kata Kombes Pol Wahyu kepada Menko PMK.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang

Berita Terkait: