Pantau Flash
PKS Putuskan Abstain di Pilkada Solo
Djoko Tjandra Dituntut 2 Tahun Bui Kasus Surat Jalan Palsu
Benny Wenda Siap Temui Jokowi: Dengan Kedudukan Setara Negara dan Negara
Iyut Bing Slamet Ditangkap karena Narkoba
COVID-19 RI 4 Desember: 563.680 Kasus Positif dan 17.479 Meninggal Dunia

Ratusan Umat Muslim di Kota Medan Kecam Presiden Prancis

Ratusan Umat Muslim di Kota Medan Kecam Presiden Prancis Ratusan umat muslim Kota Medan mengecam Presiden Prancis, Emmanuel Macron karena tetap membiarkan penistaan kepada Nabi Muhammad SAW berlangsung di Prancis dengan dalih kebebasan berekspresi. (ANTARA/Juraidi)

Pantau.com - Ratusan umat Muslim Kota Medan mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron karena tetap membiarkan penistaan kepada Nabi Muhammad SAW berlangsung di Prancis dengan dalih kebebasan berekspresi.

Kecaman itu disampaikan ratusan Muslim yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Muslim Bersama Ummat (AMBUI) saat melakukan aksi damai yang di depan Masjid Raya Al Mashun Medan, Sabtu (31/10/2020).

Baca juga: Soal Karikatur Nabi Muhammad, Begini Pesan Sheikh Sudais


Ustadz Musdar Sabam dalam orasinya mengutuk penghinaan atas Rasulullah Muhammad SAW dengan segala bentuk.

"Sikap Islamfobia yang ditunjukkan Macron adalah bentuk kebencian dan kedengkian mereka terhadap Islam dan ajarannya," katanya.

Pernyataan Macron memicu kemarahan umat Muslim dunia kerana telah menghina Islam.
Macron secara terang-terangan membela penerbitan kartun yang mengatas namakan Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan HAM dan kebebasan, kata dia, adalat alat untuk melegalisasi permusuhan mereka terhadap Islam.

Baca juga: MUI Desak Mahkamah Uni Eropa Beri Hukuman kepada Perancis


Hal ini terbukti jika mereka menista Islam maka mengklaim itu adalah kebebasan, namun jika umat Islam membela aqidah, darah dan kehormatan, maka itu dianggap melanggar HAM dan dicap radikal oleh mereka.

"Karena itu kaum Muslim wajib meninggalkan paham-paham yang lahir dari sekularisme dan liberalisme radikal yang sesat menyesatkan," katanya.

Usai menyampaikan aspirasinya, ratusan massa kemudian membubarkan diri dengan tertib.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: