Pantau Flash
Dilarikan ke Puskesmas! Puluhan Warga Alami Luka Bakar Akibat Awan Panas Gunung Semeru
Jembatan Penghubung Lumajang-Malang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru!
Polri Sosialisasikan Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK Pekan Depan
Gunung Semeru Meletus, Gubernur Khofifah Perintahkan Segera Evakuasi Warga
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri

Risma Ngamuk, Gubernur Gorontalo Tersinggung dan Minta Presiden Evaluasi Sikap Mensos Risma

Headline
Risma Ngamuk, Gubernur Gorontalo Tersinggung dan Minta Presiden Evaluasi Sikap Mensos Risma Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto: Antara)

Pantau.com - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie merasa tersinggung Menteri Sosial Tri Rismaharini emosional dan menunjuk-nunjuk warganya saat berkunjung, Kamis (30/9/2021). Aksi Mensos itu sempat direkam dan viral di berbagai media sosial.

Gubernur Rusli menilai sikap Mensos Risma tidak patut dilakukan. Selain seorang ibu, Risma berpangkat menteri telah memberi contoh buruk bagaimana seorang pejabat negara bersikap.

“Saya saat melihat video itu sangat prihatin. Saya tidak memprediksi seorang ibu menteri, sosial lagi, memperlakukan seperti itu. Contoh yang tidak baik,” buka Rusli saat diwawancarai wartawan usai menghadiri acara Survei Indeks Kepuasan Masyarat Terhadap Kinerja Pemerintah bertempat di Hotel Maqna, Jumat (1/10/2021).

Rusli mengingatkan Risma untuk menjaga sikap di depan rakyat, terlebih saat berkunjung ke kampung orang. Menunjuk nunjuk dan memarahi seorang pendamping PKH dengan emosional membuat hati Rusli sedih.

“Pangkat, jabatan harus kita jaga. Tidak ada artinya pangkat ini semua kita tinggalkan. Kalaupun toh dia salah ya dikoreksi, di depan umum lagi,” sambungnya.

Baca juga: Kala Risma Marah-marah saat Rapat Bansos, Dikira Becanda tapi Langsung Hening: Tak Tembak Kamu!

Terkait aksi Risma yang marah-marah, Gubernur Rusli memperoleh informasi belakangan. Saat itu Mensos bersama pemerintah provinsi dan kabupaten kota sedang melakukan pemadanan data. Gubernur Rusli di saat bersamaan sedang mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ke Kabupaten Boalemo.

Salah satu pendamping PKH yang ditunjuk-tunjuk Risma menjelaskan ada warganya yang terdata tapi saldonya kini tidak pernah lagi terisi. Hal itu diduga membuat mantan Wali Kota Surabaya naik pitam.

“Pendamping PKH itu menyampaikan kepada ibu menteri ada nama nama ini saldonya kosong karena informasinya sudah dicoret. Itu yang bikin naik darahnya,” jelas Rusli.

“Boleh lah emosi tapi jangan kelakuan seperti itu dong. Itu pegawai saya meskipun dia pegawai rendahan tapi manusia juga. Saya alumni STKS, tahun 80-an sudah kenal menteri Nani Soedarsono, para Dirjen tapi tidak ada yang sikapnya begitu. Saya tersinggung, saya enggak terima,” ketusnya.

Secara khusus, Gubernur Rusli meminta agar Presiden Jokowi mengevaluasi sikap Risma yang dalam banyak kesempatan selalu emosional. Apalagi aksinya kadung viral dan buat heboh warga Gorontalo.

“Tolonglah, mumpung Pak Presiden juga bisa lihat di Youtube, di mana mana karena sudah ribut. Memperingati stafnya karena seperti itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan Menteri Sosial Tri Rismaharini sedang marah-marah saat rapat bersama sejumlah pejabat Pemprov Gorontalo pada Kamis (30/9) kemarin.

Dari informasi diketahui, kemarahan Mensos lantaran dipicu oleh adanya perbedaan laporan antara Program Keluarga Harapan (PKH) dengan data pejabat Kemensos. Data itu terkait dicoretnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dalam video berdurasi 1 menit 18 detik menunjukkan, pejabat Kemensos dalam rapat tengah memaparkan bahwa pihak Kemensos tak pernah mencoret data KPM dan PKH. Hal itu sontak membuat Risma memarah dengan petugas PKH Gorontalo yang hadir dalam rapat tersebut.

"Jadi bukan kita coret ya? Kamu tak tembak ya, tak tembak kamu!" kata Risma yang saat itu langsung berdiri dan menghampiri petugas PKH sambil mengarahkan pulpen miliknya ke petugas tersebut.

Kendati demikian, di saat Risma mengucapkan 'tak tembak kamu', ada peserta rapat yang mengira Risma sedang bercanda. Bahkan ada yang tertawa dan menyeletuk 'dor!'. Namun, suasana terasa semakin panas karena nada Risma meninggi. Sontak, satu ruangan yang tadinya tertawa oleh perkataan Risma, langsung bergeming.

Mensos tidak senang dengan laporan yang tidak sesuai dengan fakta. Ia bahkan mengatakan bahwa data-data tersebut menjadi fitnah dan menegaskan bahwa pihak Kemensos tidak pernah mencoret data KPM. Ia bahkan meminta petugas tersebut untuk keluar ruangan.

"Data-data itu, yang sering kamu jadi fitnah! Itu saya yang kena, tahu nggak!" tutur mantan Wali Kota Surabaya ini.  "DTKS dicoret, saya tidak pernah nyoret. Semua daerah kita tambah, ngapain aku nyoret!".

Tim Pantau
Editor
Adryan N
Penulis
Adryan N

Berita Terkait: