Pantau Flash
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil

Sepi, Kata Si Penjual Kembang Api

Sepi, Kata Si Penjual Kembang Api Aktivitas pedagang kembang api di sekitar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2020) (Foto: Antara/Fauzi Lamboka)

Pantau.com - Sejumlah pedagang kembang api di sekitar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mengeluhkan sepinya pembeli saat pandemi virus korona (COVID-19).

"Sepi banget, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Rizki, salah seorang pedagang di sekitar Jalan Jembatan Tinggi, di sekitar Gedung Central Tanah Abang (CTA), Sabtu (23/5/2020).

Pantauan Antara, terdapat beberapa pembeli yang masih mencari kembang api untuk merayakan malam takbir Lebaran tahun 2020. Kembang api dijual bervariasi antara lima ribuan hingga puluhan ribu. "Yang penting kembali modal saja," kata pedagang lainnya, Eman.

Baca juga: Presiden Jokowi dan Ibu Negara: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Eman menjual kembang api sejak sepekan terakhir. Sebagian kembang api yang dijual merupakan sisa perayaan malam pergantian tahun 2020.

"Untuk petasan, kami jual sembunyi-sembunyi, kalau ada yang menanyakan saja," ungkap Eman.

Sepinya pembeli menurut Eman, karena adanya imbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan massa selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca juga: Imam Besar Istiqlal: Insya Allah Besok Kita akan Melaksanakan Salat Id

Pemerintah juga mengimbau untuk tidak menggelar pawai takbiran di malam Lebaran, untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak Jumat, 10 April 2020 hingga 22 Mei 2020.

Bahkan, Pemprov DKI kembali memperpanjang PSBB hingga 4 Juni 2020 sebagai upaya penanggulangan penyebaran wabah virus corona (COVID-19).

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: