Pantau Flash
Kabareskrim Benarkan Telegram Kapolri Soal Ketersediaan Pangan saat Korona
Dubai Putuskan 'Lockdown' Selama 14 Hari
Madonna Sumbang 1 Juta Dolar untuk Ciptakan Vaksin Korona
Jika Batalkan Kompetisi, Liga Inggris Terancam Denda Rp 15,3 Triliun
Sempat Tersangkut Skandal FIFA, Mantan Presiden Honduras Meninggal Dunia

Skrenario Terburuk, Pasien COVID-19 di DKI Jakarta Bisa 8.000 Orang

Headline
Skrenario Terburuk, Pasien COVID-19 di DKI Jakarta Bisa 8.000 Orang Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020). (Foto: Antara/Yogi Rachman)

Pantau.com - Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono menyebut skenario terburuk akan ada 8.000 pasien virus korona baru (COVID-19) di DKI Jakarta.

"Dari hasil simulasi bersama Forkompida DKI karena Jakarta paling banyak terpapar virus ini, skenario terburuk bisa mencapai 6.000 sampai 8.000 orang positif," kata Eko Margiyono dalam keterangannya di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Untuk itu, Eko mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi seperti menyediakan rumah sakit darurat Wisma Atlet.

Baca juga: DKI Jakarta Siapkan 2 TPU Khusus untuk Korban Meninggal COVID-19

"Perlu kami sampaikan bahwa latar belakang didirikan RS ini adalah pemerintah sudah mengantisipasi apabila penyebaran COVID-19 tidak bisa kita bendung maka banyak yang akan terpapar virus ini. Sementara apabila kita mengandalkan RS yang ada jelas tidak akan mungkin," ujarnya.

Eko menyebut saat ini rumah sakit darurat Wisma Atlet telah mengoperasikan dua tower yang mampu menampung sebanyak 3.000 pasien korona.

Baca juga: 43 Orang Meninggal Dunia Akibat COVID-19 di DKI Jakarta

"Dari dua tower yg sudah disiapkan ada tower tujuh yang sudah operasional itu mampu menampung 1.700 orang. Sedangkan tower enam 1.300 (orang). Sehingga total 3.000 pasien mampu ditampung di rumah sakit ini," kata dia.

Saat ini, menurut Eko, Rumah Sakit Darurat itu telah merawat 208 pasien korona. Eko juga mengatakan bahwa rumah sakit darurat itu telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan jumlah pasien yang terjangkit virus korona. "Kalau skenario bertambah buruk kita bisa gunakan skenario berikutnya, yaitu tower empat dan lima," imbuhnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi