Pantau Flash
Erick Thohir Tunjuk Loto Srinaita Ginting Jadi Komut Pegadaian
Seseorang Tertembak dalam Aksi Perampokan Toko Emas Tamansari Jakbar
Bulog Amankan Pasokan Beras Lokal Jelang Ramadan
KPK Gagal Temukan Nurhadi saat Geledah Kantornya di Jaksel
Ojek Online Demo Tolak Revisi UU 22 Tahun 2009

Ternyata Ini Alasan Ketua Ormas Pasang Spanduk Provokatif Tolak Bioskop PGC

Ternyata Ini Alasan Ketua Ormas Pasang Spanduk Provokatif Tolak Bioskop PGC Polda Metro Jaya menghadirkan pembuat dan pemasang spanduk berisi ujaran kebencian rasial di bilangan CIlilitan, Jakarta Timur, yang kemudian viral di sosial media, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/12020). ANTARA/Fianda Rassat

Pantau.com - Kepolisian menyebutkan motif ekonomi menjadi alasan pemasangan spanduk berisi ujaran kebencian rasial di CIlilitan, Jakarta Timur.

Spanduk tersebut diketahui dipasang oleh Ketua Gerakan Ormas Islam Betawi (GOIB) Jakarta Timur berinisial AMS yang telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara spanduk berunsur SARA.

Baca juga: Pemasang Spanduk Tolak Bioskop di Cililitan Diciduk, Pelakunya Ketua Ormas

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Kamis (23/1/2020) mengatakan, motif tersangka memasang spanduk itu berkaitan dengan masalah ekonomi.

"Ini motivasinya sampai saat ini masih kita dalami karena pengakuannya menyangkut masalah ekonomi, katanya ada perjanjian lama dengan masyarakat setempat. Ini menurut pribadi yang bersangkutan," kata Yusri.

Meski tersangka mengklaim ada perjanjian antara warga sekitar dengan pihak Pusat Grosir Cililitan (PGC), polisi akan terus memeriksa tersangka untuk mendalami motifnya."Masih kita dalami terus," ujarnya.

Spanduk itu dipasang pada sekitar 13 Januari 2020 di Cililitan, Jakarta Timur.

Baca juga: KSPN Tuding Ada Oknum yang Menunggangi Demo Tolak Omnibus Law

Spanduk provokatif tersebut telah diturunkan oleh petugas dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur serta dibantu personel Koramil setempat.

Akibat perbuatannya itu AMS dijerat dengan Pasal 156 KUHP, Pasal 55 KUHP, UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Rasial dan Etnis Pasal 16 Jo pasal 4 huruf b dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Ancaman hukuman sekitar 5 tahun penjara," kata Yusri.

AMS ditangkap oleh penyidik kepolisian di kediamannya di Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu (22/1) malam. "Yang bersangkutan berhasil diambil tadi malam di kediamannya di Kramat Jati, Jakarta Timur," ujarnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: