Bejo Susu Jahe Merah Bejo Susu Jahe Merah
Pantau Flash
Bansos Rp300 Ribu Hanya Dibagikan Sebulan Sekali Mulai Juli untuk Warga DKI
Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Tembus 60.000 per 3 Juli
Presiden Jokowi Bersyukur Status Indonesia Naik Menengah ke Atas
Harga Vaksin COVID-19 Ditaksir Rp75.000 per Orang
Baleg DPR: RUU HIP Tidak Bisa Langsung Dikeluarkan dari Prolegnas 2020

Tolong! 2 Bocah di Bintaro Jadi Korban Penculikan Saat Pemakaman Sang Ayah

Tolong! 2 Bocah di Bintaro Jadi Korban Penculikan Saat Pemakaman Sang Ayah Ilustrasi penculikan. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Dua anak berinisial RP (11) dan BRL (7) dilaporkan hilang dari rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, diduga menjadi korban penculikan.

"Sudah tiga bulan keponakan saya ini hilang. Mereka diculik saat proses pemakaman ayahnya, 15 November 2019," kata bibi korban, Rusmala Sitanggang, saat ditemui di salah satu SMK swasta di Kelurahan Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (14/2/2020).

Kedatangan Rusmala dan keluarga ke sekolah itu dikarenakan adanya informasi bahwa RP dan BRL berada di dalam sekolah tersebut.

Baca juga: Begini Pengakuan Sopir GrabCar yang Diduga Akan Lakukan Penculikan

Keberadaan RP dan BRL di sekolah itu diketahui setelah pihak keluarga melihat tayangan video di media sosial saat mereka ikut serta dalam perayaan Hari Guru 25 Oktober 2019. Dalam tayangan itu kedua korban tampak bersama dengan seorang guru perempuan di sekolah tersebut yang diketahui berinisial FS.

"Tapi saya lihat di Facebook keponakan saya ada di sekolah ini. Sementara anak saya masih SD, padahal ini SMK," kata Rusmala.

Baca juga: Jual Korbannya Seharga Rp6 Juta di FB, Komplotan Penculik Anak Kena Ciduk

Ibu korban bernama Tiarma Troida telah melaporkan dugaan kasus penculikan kedua anaknya kepada Polda Metro Jaya dengan nomor TBL/8183/XII/2019/PMJ/Dit.Reskrimum.

Laporan tersebut merujuk pada tindak pidana pasal 330 KUHP tentang merebut orang yang belum dewasa dari kuasa yang sah. Pihak keluarga sempat memaksa masuk ke lingkungan sekolah tempat FS mengajar guna mempertanyakan keberadaan RP dan BRL.

Namun kedatangan mereka dihadang oleh petugas keamanan sekolah dengan alasan ketiadaan surat izin dari instansi berwenang. "Pihak manajemen sekolah tidak memperkenankan kedatangan tamu tanpa surat pemberitahuan," kata salah satu petugas keamanan sekolah.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: