Pantau Flash
Luhut Klaim Sektor Pariwisata Bisa Pulih dalam 10 Bulan Akibat COVID-19
Kemnaker: Ada 1,7 Pekerja Terdampak Pandemi COVID-19
Kemenkes Tegaskan Imunisasi Harus Jalan Selama Pandemi Korona
Jusuf Kalla: Fatwa MUI DKI 2001 Perbolehkan Salat Jumat 2 Gelombang
Gugus Tugas: Skema Herd Immunity Butuh Waktu yang Lama

Trump-Netanyahu Bertemu Bahas Peta Baru Palestina, Sikap Indonesia?

Trump-Netanyahu Bertemu Bahas Peta Baru Palestina, Sikap Indonesia? Bendera Palestina dan Israel. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman menekankan Indonesia tetap berpegang teguh dan konsisten pada amanah UUD NRI Tahun 1945 dalam menyikapi isu Palestina.

Pernyataan itu menyusul pertemuan Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benyamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington D.C. yang membahas Peta Baru Palestina dalam proposal damai bertajuk Perjanjian Abad Ini.

"Berdasarkan arahan Menlu Retno Marsudi, sekali lagi Indonesia menegaskan bahwa tentang isu Palestina, pemerintah Indonesia berpegang teguh dengan konsisten pada amanah UUD NRI Tahun 1945," ujar Fadjroel dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Baca juga: Kabar Korona dari China Secara Online

Fadjroel menyampaikan UUD NRI Tahun 1945 dengan tegas menyebutkan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Oleh karena itu, ujar Fadjroel, penyelesaian masalah Palestina harus berlandaskan prinsip two-states solution yang menghormati hukum internasional dan parameter yang telah disepakati oleh internasional.

"Indonesia juga terus aktif menghidupkan kembali dialog yang melibatkan para pihak demi tercapainya stabilitas dan perdamaian abadi," kata Fadjroel.

Baca juga: Israel Tembak Mati Warga Palestina yang Coba Lewati Perbatasan Jalur Gaza

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: