Pantau Flash
Baleg DPR Agendakan Raker dengan Pemerintah Sebelum Bahas RUU Ciptaker
PSBB DKI Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020
Laboratorium Rapid Test PCR Korona RSPAD Gatot Soebroto Segera Beropersi
Pemerintah: 14.354 Spesimen Telah Diperiksa untuk Deteksi COVID-19
Menkeu: 11,9 Juta Nasabah KUR Dapat Penundaan Cicilan Pokok dan Bunga

Victoria Keluarkan Peringatan Berhati-hati Terhadap WNI Terkait Korona

Victoria Keluarkan Peringatan Berhati-hati Terhadap WNI Terkait Korona Mereka yang datang dari Indonesia ke Victoria diminta memeriksakan kesehatan bila mengalami masalah pernapasan akut. (Foto: AP/Mark Schiefelbein via ABC News)

Pantau.com - Pemerintah negara bagian Victoria mengeluarkan peringatan untuk berhati-hati terhadap mereka yang baru datang dari beberapa negara, termasuk Indonesia, meski hingga saat ini belum kasus korona di Indonesia.

Peringatan kesehatan dikeluarkan oleh VicHealth, atau Departemen Kesehatan Victoria, akhir pekan lalu 15 Februari 2020. Dalam peringatan disebutkan mereka yang baru datang dari Indonesia, Hong Kong, Jepang, Singapura dan Thailand bisa dikenai pengetesan klinis, bila mereka baru tiba selama 14 hari terakhir.

Melansir ABC News, Rabu (19/2/2020), sebelumnya, sejumlah pakar dan organisasi kesehatan di dunia telah meragukan tidak adanya kasus corona di Indonesia.

Ada beberapa alasan mengapa Indonesia mengatakan "masih negatif corona", salah satunya adalah tidak ada tes klinis bagi mereka yang tak menunjukkan gejala, meski mereka memiliki resiko tinggi tertular.

"Karena tingginya angka perjalanan dan juga perubahan epidemiologi virus corona (COVID-19), para dokter disarankan untuk melakukan tes, termasuk virus corona, bagi mereka yang pernah melakukan perjalanan di Hong Kong, Indonesia, Jepang, Singapura dan Thailand dalam masa 14 hari sebelum adanya gejala tertentu," pernyataan VicHealth menyebutkan.

Baca juga: Jumlah Kematian Akibat Virus Korona di China Tembus 2.000 Jiwa

Pendatang dari China Tak boleh keluar


Suasana di bandara dengan sejumlah penumpang pesawat menggunakan masker. (AAP: Steven Saphore)

Oleh karena itu, mereka yang sudah melakukan perjalanan ke negara-negara tersebut dalam 14 hari terakhir, kemudian menunjukkan gejala gangguan pernapasan akut, seperti sesak napas atau batuk, diminta untuk ke dokter.

Dokter kemudian akan mendiskusikan jika perlu dilakukan tes untuk virus korona. "Resiko mereka terkena virus corona rendah, namun jangan ragu untuk mendatangi dokter anda, dan menjelaskan kemana saja anda pergi selama beberapa pekan terakhir," kata VicHealth.

Sejauh ini VicHealth sudah menetapkan tiga kategori terkait virus corona, yaitu kasus yang sudah pasti terkena, mereka yang masih dicurigai, dan mereka yang masih diselidiki. VicHealth mengatakan untuk mewaspadai mereka yang masuk kategori 'person under investigation', atau mereka yang sedang diselidiki. "Bila menurut dokter seseorang yang sebelumnya dalam kategori 'masih diselidiki' kemudian perlu dilakukan tes, maka orang tersebut statusnya naik menjadi 'mereka yang dicurigai."

Baca juga: Pasien Pertama Terjangkit Virus Korona di Malaysia Berhasil Sembuh!

Selain kategori mereka yang diselidiki, sejauh ini pembatasan sudah diberlakukan terhadap mereka yang baru datang dari China selama 14 hari terakhir. Mereka telah diminta untuk tidak keluar rumah selama dua minggu. Namun aturan ini hanya berlaku bagi mereka yang datang dari China Daratan, tidak termasuk mereka yang datang dari Hong Kong, Macau dan Taiwan. Hingga saat ini sudah ada empat kasus corona di negara bagian Victoria, yang beribukota Melbourne.

Sementara di negara bagian New South Wales tercatat ada empat kasus positif dan 159 kasus masih dalam penyelidikan. Lima orang dinyatakan positif tertular virus corona di negara bagian Queensland. Secara keseluruhan, Austaralia masih memberlakukan larangan perjalanan dari China dan telah diperpanjang setidaknya hingga 22 Februari.

Karenanya, sekitar 80 persen atau 100 ribu mahasiswa asal China yang sudah terdaftar di berbagai universitas di Australia sampai sekarang belum tiba, padahal tahun ajaran baru 2020 akan dimulai sebentar lagi.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: