Pantau Flash
5 Orang Meninggal Korban Longsor di Manado
BNPB Umumkan Korban Meninggal Akibat Gempa Majene Sebanyak 46 Jiwa
Jakarta Catatkan Kasus Baru COVID-19 Terbanyak, Sulawesi Barat Nihil
Leo/Daniel Kalah, Ganda Putra Indonesia Gagal Melaju ke Final Thailand Open
Gempa Bumi Tektoknik Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Wamenag Sebut Naskah Khutbah Jumat untuk Literasi

Wamenag Sebut Naskah Khutbah Jumat untuk Literasi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi. (Foto: Kementerian Agama)

Pantau.com - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengatakan, naskah khutbah Jumat yang nantinya disiapkan pemerintah untuk penceramah akan menjadi rujukan literasi digital sehingga meningkatkan kompetensi khatib.

"Penyiapan naskah khutbah Jumat juga dalam rangka menyediakan literasi digital yang mendukung peningkatan kompetensi penceramah agama," kata Zainut kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Materi Khutbah Khatib Salat Jumat Bakal Dipasok Kemenag

Ia mengungkapkan, naskah khutbah Jumat dari pemerintah merupakan bentuk pelayanan keagamaan Kementerian Agama kepada masyarakat. Hal itu bukan diartikan sebagai bentuk intervensi ataupun membatasi da'i, ustadz, muballigh dan penceramah agama.

Naskah khutbah Jumat, kata dia, hanya sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakannya. Tidak ada kewajiban setiap masjid dan penceramah untuk menggunakan naskah khutbah Jumat yang diterbitkan Kemenag.

Zainut menegaskan, penyusunan naskah khutbah Jumat Kemenag akan melibatkan para ulama, praktisi dakwah, akademisi dan para pakar di bidangnya. Kemenag hanya berperan sebagai fasilitator. "Pelibatan ulama, praktisi dakwah dan akademisi penting untuk menghasilkan naskah khutbah Jumat yang sesuai dengan ketentuan agama, berkualitas, dan relevan dengan dinamika sosial," katanya.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat untuk Khatib Disiapkan Kemenag

Khutbah Jumat juga perlu membahas masalah kekinian berikut solusinya. "Itu menjadi salah satu fokus dalam penyusunan naskah khutbah. Materi akan disesuaikan dengan perkembangan zaman," katanya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah tema yang akan disusun, antara lain akhlak, pendidikan, globalisasi, zakat, wakaf, ekonomi syariah, masalah generasi milenial dan isu-isu aktual lainnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: