Pantau Flash
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri
Bus PO Sudiro Tungga Jaya Terbakar di Ruas Tol Semarang-Solo
Pemkab Garut Salurkan Bantuan Uang untuk Rumah Terendam Banjir
Disiplin Prokes Masih Jadi Satu Cara Cegah Varian COVID-19
Polri Terbitkan Perpol Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK

Warga Masih Mengungsi, Begini Situasi Terkini Yahukimo Papua Usai Adanya Kericuhan

Warga Masih Mengungsi, Begini Situasi Terkini Yahukimo Papua Usai Adanya Kericuhan Ilustrasi. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Yahukimo, Papua, dalam keadaan kondusif.

"Situasi di Yahukimo sekarang kondusif," kata Rusdi dalam konferensi pers di Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2021). Lebih lanjut Rusdi mengatakan aparat kamanan TNI-Polri berkuatan tiga satuan setingkat kompi (SSK) berada di Kabupaten Yahukimo untuk memulihkan kembali situasi masyarakat khususnya di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Baca juga: Kronologi Meninggalnya Eks Bupati Yahukimo Abock Busup di Sebuah Hotel Jakarta

Meski telah dinyatakan kondusif, Rusdi mengakui masih ada warga di sekitar Yahukimo yang mengungsi meminta perlindungan. "Tercatat ada 3.609 orang masih berlindung di beberapa tempat, ada di tiga tempat," kata Rusdi.

Ketiga tempat yang dimaksudkan, yakni Mapolres Yahukimo, Gereja Dekai Evanestia dan Koramil Dekai. Keberadaan warga di sana, menurut Rusdi, untuk meminta perlindungan keamanan. "Sekali lagi situasi sudah kondusif, aparat keamanan berusaha secara optimal memulihkan kembali situasi keamanan di sana (Yahukimo-red)," ujar Rusdi.

Baca juga: Kasatgas Gakum Nemangkawi: Tiga Kelompok KKB Lakukan Teror di Yahukimo

Sementara itu, terkait penanganan kasus kerusuhannya, kata Rusdi, penyidik Polda Papua sudah menindak lanjuti kasus tersebut dan sudah dalam proses penyidikan. Ia mengatakan sudah menetapkan 22 tersangka dalam kasus di Kabupaten Yahukimo, dan penyidikan masih berlangsung. "Penyidik masih mendalami dan kemungkinan akan bertambah tersangka cukup besar," ungkap Rusdi.

Menurut Rusdi, ke 22 tersangka tersebut terlibat dalam aksi kekerasan, ikut serta dalam aksi penyerangan di Gereja Gidi Yahukimo pada 3 Oktober 2021 "Mudah-mudahan segala upaya yang dilakukan aparat keamanan di sana bisa mengembalikan situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Yahukimo," ujar Rusdi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi