Pantau Flash
5 Orang Meninggal Korban Longsor di Manado
BNPB Umumkan Korban Meninggal Akibat Gempa Majene Sebanyak 46 Jiwa
Jakarta Catatkan Kasus Baru COVID-19 Terbanyak, Sulawesi Barat Nihil
Leo/Daniel Kalah, Ganda Putra Indonesia Gagal Melaju ke Final Thailand Open
Gempa Bumi Tektoknik Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Benarkah Dot Bisa Jadi Peyebab Anak Alami Kesulitan Bicara?

Benarkah Dot Bisa Jadi Peyebab Anak Alami Kesulitan Bicara? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Dampak penggunaan dot pada bayi telah lama menjadi perdebatan di kalangan pakar. Salah satunya, dampaknya pada cara anak-anak itu berbicara nantinya.

Namun sebuah penelitian di Australia menemukan kekhawatiran itu tidak beralasan.

Dilansir dari ABC News, cara bicara balita yang mengubah bunyi kata-kata sulit biasa disebut sebagai gangguan fonologis.

"Ini masalah yang kita lihat pada anak-anak usia tiga dan empat tahun," ujar Elise Baker, dosen patologi wicara di University of Sydney.

"Dengarkan balita bicara dan minta mengulangi kata 'caterpillar'. Mungkin mereka mengucapkannya sebagai 'tap-ua'," katanya.

"Mereka mengganti bunyi yang lebih sulit dengan bunyi yang mudah. Mereka menghilangkan bunyi," jelas Dr Baker kepada ABC.

Penelitian itu melibatkan 199 anak pra-sekolah usia empat tahun. Tujuannya untuk menilai kebiasaan mereka mengisap dot.

Penelitian ini merupakan bagian dari riset lebih luas mengenai permasalahan kemampuan bicara pada anak-anak.

Dr Baker mengatakan tidak ditemukan penyebab jelas masalah bicara pada sebagian besar anak-anak tersebut.

"Bagian dari penelitian ini ingin menemukan apa yang berpengaruh, baik sebagai penyebab atau justru lebih memperparah masalah cara bicara," jelas Dr Baker.

Orangtua anak pra-sekolah ditanya apakah memberikan dot pada anak-anak mereka ketika masih bayi, dan untuk berapa lama.

Mereka juga ditanyai apakah anak-anaknya menyusui, pakai susu botol dan sering mengisap jempol.

"Kami menemukan sekitar 130 anak memiliki masalah. Lalu kelompok lain yang tak memiliki masalah pada cara bicara mereka," katanya.

Setelah melihat perbandingan antarkelompok, kata Dr Baker, peneliti tidak menemukan hubungannya sama sekali.

Baca juga: Begini Cara Perlakukan Bayi dengan Kulit Sensitif

Dr Baker mengakui bahwa data itu retrospektif, karena orangtua balita hanya mengandalkan ingatan dalam penelitian ini.

Dia mengatakan pihaknya tertarik meneliti lagi penggunaan dot pada bayi secara langsung dan dampaknya pada masalah cara bicara.

"Apakah anak-anak itu tergantung dengan dot dan mereka tak bicara dan tak mau diajak bicara," ujarnya.

Namun sejauh ini, katanya, peneliti belum menemukan kaitan itu.

Baca juga: Sebaiknya Ibu Tidak Memijat Bayi Dalam Keadaan 'Bad Mood'

Dia mengakui bahwa kalangan orthodontis dan dokter gigi anak memiliki kekhawatiran mengenai kebiasaan bayi mengisap jempol dan pakai dot.

"Hal ini dapat dikaitkan dengan masalah dengan oklusi," katanya.

"Dan hal itu bisa mulai menimbulkan dampak pada perkembangan gigi mereka," tambah Dr Baker.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: