Pantau Flash
Selamat! 167.653 Peserta Lolos SBMPTN 2020
Kasus Harian Positif di RI Bertambah 2.307 per 14 Agustus 2020
Lampu Lalu Lintas akan Menyala Merah di Peringatan Detik-detik Kemerdekaan
Pemerintah Anggarkan Rp356,5 Triliun Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional
Vaksin Korona Merah Putih Siap Digunakan pada 2022

Punya Teman Banyak Ternyata Punya Dampak Bagus untuk Kesehatan

Punya Teman Banyak Ternyata Punya Dampak Bagus untuk Kesehatan Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Punya teman banyak memang menyenangkan. Bukan hanya untuk kehidulan sosial, pertemanan juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh lho. 

Penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh Michigan State University coba membuktikan hal tersebut. 

Melansir dari hellosehat, William Chopik, profesor psikologi dan periset studi tentang manfaat persahabatan menyatakan, bahwa punya sahabat merupakan sebuah pilihan hidup yang dipilih secara sadar. 

Survei dilakukan terhadap 300.000 peserta berusia antara 15 dan 99 tahun dari 90 negara. Hasilnya bahwa peserta penelitian cenderung menghargai hubungan persahabatan yang sehat, serta bahagia. Manfaat punya sahabat ini mayoritas mereka rasakan di kala mereka bertambah tua.

Baca juga: Ini 5 Alasan untuk Keluar dari Lingkaran Pertemanan yang Tidak Sehat

Studi kedua lainnya menggunakan data dari survei AS terhadap 7.481 orang di atas usia 50 tahun. Para peserta ditanya tentang kualitas persahabatan yang mereka punya, seberapa banyak seorang sahabat memahami diri mereka, dan seberapa banyak sahabat membuat kecewa. 

Dan selama 6 tahun berikutnya mereka disurvei lagi mengenai kondisi kesehatan yang mereka alami seperti riwayat penyakit diabetes, kanker, atau masalah jantung.

Baca juga: Studi: 1 dari 5 Milenial Merasa Kesepian dan Tak Punya Sahabat

Kedua studi tersebut mengumumkan hasilnya. Pertama, saat seseorang memiliki masalah pada hubungan persahabatannya, beberapa orang tersebut dilaporkan rentan mengalami penyakit serius. Sedangkan jika hubungan pertemanan seseorang baik dan membuat senang, semakin kecil risiko mereka memiliki penyakit serius.

Ketika survei tersebut dibandingkan dengan hubungan keluarga yang mereka punya, hanya ditemukan pengaruh kecil terhadap tingkat kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Begitu pula efeknya dengan hubungan pasangan dan anak.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: