Pantau Flash
AEON Mall JGC Ditutup Sementara dan Dijaga Brimob Pasca Unjuk Rasa
Korona Tewaskan 12 Orang di Iran, 61 Orang Tertular
Wapres Ma'ruf Soal Pilkada: Jangan Jadi Sumber Perpecahan dan Permusuhan!
Anies Sebut Lebih dari 200 RW di Jakarta Terendam Banjir
Jakarta Dikepung Banjir, Kereta Bandara Berhenti Beroperasi Sementara

Studi: Penderita Bipolar Berpotensi Mengalami Masalah Seksual

Studi: Penderita Bipolar Berpotensi Mengalami Masalah Seksual Ilustrasi. (Foto: iStock)

Pantau.com - Menurut sebuah studi yang dilakukan di Amerika dan diterbitkan dalam "The Journal of Sexual Medicine" menyebut, tak seperti layaknya orang sehat pada umumnya, penderita gangguan bipolar ternyata bisa mengalami peningkatan gairah seksual (libido) yang tak terkontrol.

Dalam studinya, peneliti menemukan sebanyak 57 persen penderita gangguan bipolar bisa mengalami peningkatan gairah seksual. Saat dorongan seksual ini muncul maka norma sosial, moral, akan ikut hilang.

Baca Juga: Flu Saat Hamil Bisa Picu Gangguan Bipolar pada Bayi

Saat dorongan seksual muncul, penderita gangguan bipolar bahkan bisa melakukan hubungan seksual dengan siapapun yang ia mau, tanpa bisa ia kontrol, atau dengan kata lain, penderita mengalami hiperseksual.

"Saat dorongan seksual tidak bisa dikontrol, lalu sudah melakukan hubungan seksual dengan banyak orang namun tidak juga puas, kemudian meskipun memiliki banyak pasangan, namun melakukan hubungan tanpa perasaan," ungkap peneliti.

Penderita bahkan bisa sampai mengalami kecanduan menonton video porno dan mastrubasi, sekalipun di depan umum (karena hilangnya norma moral dan sosial dalam dirinya), itu bisa dinyatakan hiperseksual.

Gangguan bipolar terjadi karena ketidakseimbangan antara dopamin dan seratonin dalam otak.

Baca Juga: Positif Gunakan Narkoba, Medina Zein Sempat Mengaku Bipolar

Pada tingkat pertama, penderita akan mengalami suasana perasaan atau mood yang berubah drastis. Kemudian, pada fase mania, ia akan mengalami peningkatan energi dan peningkatan gairah serta dorongan seksual, yang bahkan tak terkontrol.

"Jika diiringi peningkatan libido, penderita bisa tidur (melakukan hubungan seksual) dengan siapapun, karena ada perubahan di otaknya," Ungkap peneliti.

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Kontributor - SIG
Category
Ragam