Pantau Flash
Merasa Percaya Diri karena Sudah Divaksin Turut Pengaruhi Lonjakan Kasus COVID-19
Hindari Kerumunan, Kemenag Wajibkan Panitia Kurban Antar Daging ke Rumah Penerima
Pemerintah Izinkan Shalat Idul Adha Digelar di Masjid di Luar Zona Merah dan Oranye
Wapres Sebut MUI Terapkan Moderasi dalam Fatwa Vaksin COVID-19
Pemerintah Anggarkan Rp2 Triliun untuk Bayar Utang ke Guru dan Dosen Agama

Wanita Obesitas Lebih Rentan Terkena Kanker Ovarium

Wanita Obesitas Lebih Rentan Terkena Kanker Ovarium Ilustrasi Wanita Obesitas. (Foto: Ist)

Pantau.com - Wanita perlu menjaga berat badan karena mereka yang memiliki berat badan berlebih memiliki risiko terserang kanker indung telur (ovarium) lebih tinggi dibanding dengan wanita yang tidak mengalami obesitas (kegemukan).

Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua jenis kanker ginekologi. Jenis kanker ini sulit diobati lebih awal karena pada stadium dini biasanya muncul hampir tanpa gejala.

Meski demikian ada beberapa gejala yang perlu dicurigai sebagai kanker ovarium. Pada stadium awal, gejala yang timbul berupa ganguan haid. Tetapi berbeda dengan kanker leher rahim yang bisa dideteksi dengan metode pap smear, maka belum ada cara untuk mendeteksi kanker ovarium.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kanker ovarium. Meskipun demikian, faktor pemakaian obat secara berlebihan dicurigai dapat memicu munculnya kanker ovarium.

Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Ovarium Sejak Dini Sebelum Terlambat

Selain itu, penggunaan obat-obat kesuburan dalam jangka waktu lama juga diduga dapat meningkatkan risiko serangan penyakit tersebut. Faktor genetika bisa juga menjadi acuan karena sebanyak 10 persen penderitanya ternyata memiliki keluarga yang juga menderita kanker ovarium.

Kini, sebuah studi di Amerika Serikat (AS) mengaitkan kegemukan dengan peningkatan risiko munculnya kanker ovarium. Studi itu melibatkan lebih dari 94.000 wanita berusia 51 hingga 71 tahun, yang dipantau selama lebih dari tujuh tahun.

Hasil studi itu, seperti dikutip Reuters, menunjukkan bahwa wanita yang mengalami obesitas memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terserang kanker ovarium. Risiko itu meningkat pada wanita yang tidak pernah melakukan terapi pengganti hormon (HRT) selama masa menopause.

Studi yang dilakukan sebelumnya mengaitkan hormon yang digunakan untuk mengurangi risiko kanker ovarium. Di antara wanita yang tidak pernah melakukan HRT, mereka yang kegemukan memiliki risiko 83 persen lebih tinggi terserang kanker ovairum dibanding wanita dengan berat badan normal.

Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Cancer itu juga menunjukkan bahwa obesitas merupakan salah satu faktor penyebab kanker ovarium yang dapat dikendalikan.

Baca Juga: Awas! Kegemukan Berlebih Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Menurut kepala peneliti dalam studi itu, Dr Michael L Leitzman dari Lembaga Kanker Nasional Amerika Serikat (AS) di Bethesda, Maryland dan Universitas Regensburg di Jerman. Hasil studi itu memberikan satu lagi alasan bagi para wanita untuk menghindari kenaikan berat badan yang tidak sehat.

"Data kami menunjukkan bahwa mempertahankan berat badan yang sehat berkaitan dengan penurunan risiko perkembangan kanker ovarium," kata Leitzmann.

Belum jelas mengapa obesitas memiliki kontribusi terhadap kanker ovarium, tetapi mungkin hal itu berkaitan dengan efek lemak tubuh yang berlebihan terhadap kadar estrogen dalam tubuh seorang wanita, kata Leitzmann dan para mitranya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: