Pantau Flash
Marcus/Kevin Perpanjang Rekor Buruk Jumpa Endo/Watanabe
10 Tempat Kerja Terbaik di Singapura, Google Nomor 1
Iwan Bule Sebut Penggawa Timnas U-22 Bisa Bela Tim Senior
Greys/Apri Gagal Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals 2019
Waskita Bantah Kabar di Medsos yang Sebut Tol Layang Japek Meliuk-liuk

3 WNI Diculik Kelompok Bersenjata di Perairan Tambisan Malaysia

3 WNI Diculik Kelompok Bersenjata di Perairan Tambisan Malaysia Ilustrasi perompak bersenjata. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Tiga tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja di Negeri Sabah Malaysia kembali diculik oleh Kelompok Bersenjata di Perairan Tambisan Lahad Datu, Senin 23 September 2019 sekira pukul 11.50 waktu setempat.

Kejadian ini dibenarkan oleh Negeri Sabah, Sulistiyo Djati Ismoyo melalui sambungan telepon selulernya dari Nunukan bahwa penculikan telah menimpa tiga WNI sebagaimana informasi yang diperolehnya.

Sehubungan dengan kasus ini, kata Djati, masih berkoordinasi dengan aparat kepolisian negara itu perihal kronologis kejadiannya dan identitas korbannya.

Djati mengakui, penculikan tersebut terjadi terhadap TKI yang sedang menangkap ikan dalam wilayah kerja tetapi majikannya berdomisili di Sandakan masuk dalam wilayah kerja Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu.

Baca juga: Fakta Seorang Cheng So, Pelaut Muslim Asal China yang Kalahkan Colombus

Oleh karena itu, ini sedang berkoordinasi dengan KJRI Kota Kinabalu untuk mendapatkan informasi valid sekaitan dengan identitas ketiga TKI yang diculik tersebut.

“Memang benar ada warga Indonesia yang diculik di.Lahad Datu (Malaysia). Kami sedang mencari informasi validnya termasuk berkoordinasi dengan KJRI Kota Kinabalu karena majikannya tinggal di Sandakan,” tutur Djati.

Sementara Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu, Krishna Djelani melalui sambungan teleponnya juga membenarkan telah mendapatkan informasi soal penculikan yang dialami ketiga TKI di Perairan Tambisan Lahad Datu.

Hanya saja penanganannya dilakukan oleh KRI Tawau karena lokasi kejadiannya masuk wilayah kerjanya. “Penanganannya oleh KRI Tawau karena lokasi kejadiannya masuk wilayah kerjanya,” kata Krishna pada hari yang sama.

Dikutip dari media BH Online Malaysia terbitan Senin, 23 September 2019 disebutkan ketiga TKI yang sedang menangkap udang diculik oleh tujuh orang bersenjata di Perairan Tambisan Tungku Lahad Datu. Ketiga TKI tanpa disebutkan identitasnya itu diperkirakan berusia 27 tahun hingga 48 tahun.

Sebagaimana pernyataan Pesuruhjaya Polis Sabah, Datuk Omar Mammah sesaat setelah kejadian menyebutkan, pada saat kejadian terdapat dua kapal nelayan yang sedang menangkap udang di perairan yang berbatasan dengan Filipina itu.

Baca juga: Asap Karhutla Kiriman Semakin Parah, 123 Sekolah di Malaysia Diliburkan

Informasi awal yang diterima aparat kepolisian Lahad Datu diperoleh dari seorang saksi mata yang melaporkannya ke pos polisi terdekat. Di lokasi kejadian terdapat dua kapal nelayan dengan posisi yang berjarak sekira 50 meter.

Penculikan terjadi ketika sebuah kapal cepat (speedboat) berpenumpang empat orang menghampiri kapal yang digunakan ketiga TKI tersebut. Menggunakan senjata api, kelompok bersenjata ini langsung merampas telepon seluler milik TKI ini. Sedangkan kapal nelayan lainnya dihampiri kelompok bersenjata berjumlah tiga orang.

Setelah itu, langsung digiring menuju perairan Filipina. Sementara kapal yang digunakan ketiga TKI ditinggalkan di lokasi kejadian.

Omar menjelaskan, Pasukan Polis Marin langsung menuju lokasi kejadian namun hanya menemukan satu kapal nelayan dalam keadaan kosong.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: