Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

4 Cara Cerdas Orangtua Dampingi Anak dalam Bersosial Media

Headline
4 Cara Cerdas Orangtua Dampingi Anak dalam Bersosial Media Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com -  Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo menyarankan orangtua untuk selalu mendampingi anak-anak mereka saat mengakses media jejaring sosial (medsos) menyusul kedekatan anak-anak dan remaja generasi Z yang akrab dengan teknologi.

Baca juga: Edukasi Orangtua Cegah Anak Lakukan Hubungan Seks Sebelum Waktunya

Vera, mengatakan perilaku anak dan remaja yang mengakses media sosial tanpa pendampingan akan berdampak buruk terhadap kondisi psikologis mereka, termasuk kepada keluarga.

Berikut tips pendampingan anak dan remaja dari Vera:

1. Berteman dengan anak di medsos

Vera mengatakan orangtua perlu menjadi teman anak dalam media sosial. Mereka dapat saling mengikuti (follow) melalui akun masing-masing. Namun, Vera meminta orangtua untuk menjadi teman yang diam.

"Berteman, tapi jangan pernah memberi komen dalam unggahan anak, bahkan memberi like sekalipun,” katanya.

Vera mengatakan pertemanan itu sangat penting untuk menghindari anak merasa risih, tidak memiliki ruang, tidak nyaman, serta merasa diawasi.

“Jangan sampai anak membuat akun baru dalam medsos agar tidak dilihat oleh kita,” katanya.

2. Ikuti juga orang-orang yang di-ikuti anak

Menurut Vera, apa yang diikuti anak dalam media sosial dapat mempengaruhinya. Dengan pemantauan itu, orangtua akan tahu siapa saja yang diikuti anak. Tapi, seperti prinsip utama, orangtua perlu tetap menjadi teman yang diam.

3. Diskusikan masalah di dunia nyata

“Kalau ada unggahan anak yang aneh misalnya unggahan foto yang terlalu vulgar atau akun lain yang diikuti anak tidak baik, coba diskusikan dengan anak secara langsung dan edukasi dia, misalnya mengenai cyber bullying,” ujar Vera.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Anak Terlalu Sering Menelan Pasta Gigi?

4. Jadi teman anak di dunia nyata

Vera mengatakan komunikasi dengan anak merupakan kunci penting, terutama pada kehidupan nyata dibanding sekadar menjadi teman dalam dunia maya.

“Jadilah teman baiknya. Jangan jadi orangtua yang diktaktor sehingga anak tidak kapok dan merasa nyaman untuk terbuka kepada kita,” katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: