Pantau Flash
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api
Timnas Panahan 'Downgrade' Target Medali di SEA Games 2019
Pertumbuhan Ekonomi China di Kuartal ke-3 Meleset dari Ekspektasi
Kementan Dorong Penambahan Satu Juta Petani Milenials
Pemkab Bekasi Minta Proyek LRT Diperpanjang hingga Cikarang

5 Hal Menggiurkan Jika Kamu Tertarik Jadi Atlet eSport

5 Hal Menggiurkan Jika Kamu Tertarik Jadi Atlet eSport Gambar game Fortnite eSport (Foto: Medium.com).

Pantau.com - eSport di Indonesia saat ini memang berkembang sangat pesat tidak jauh berbeda dengan cabang olahraga lainnya. Namun ada hal menggiurkan yang perlu kamu ketahui, salah satunya hasil yang sangat menjanjikan.

Tahun 2018 eSport telah diakui sebagai salah satu cabang olahraga yang patut dipertandingkan diajang bergengsi. Bahkan jika kamu memilih eSport sebagai profesi yang ingin ditekuni secara profesional.

Masa depan eSports sebagai sebuah profesi yang menjanjikan bukan hanya isapan jempol belaka, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, banyak atlet meraih sukses dan popularitas dari eSports. Akhir bulan Juli lalu, di tempat yang sama tetapi gelaran olahraga yang berbeda  dengan total hadiah yang tidak jauh berbeda tapi memliki waktu pertandingan yang cukup singkat dan cukup lama untuk bisa membawa pulang total hadiah tersebut.

Ketika atlet tenis ternama Serena Williams dan Roger Federer membutuhkan waktu 57 menit saat bertanding final Amerika Serikat Open di Stadion Athur Ashe New York untuk membawa pulang uang sebesar USD3,85 juta. Berbeda dengan Kyle Giersdorf alias ‘Bugha’ yang hanya membutuhkan waktu 23 menit dalam final solo di Piala Dunia Fortnite, di Stadion flushing Meadows, dengan disaksikan puluhan ribu penggemar ia bisa membawa pulang uang sebesar USD3 juta.

Tentu dengan ini kalian ingin tahu apa saja yang cukup menggiurkan jadi atlet eSport ketimbang jadi atlet biasa. Berikut lima deretan yang cukup menjanjikan?

1. Bisnis Besar

Saat ini eSport bukan hanya bisa dimainkan melalui smartphone saja tetapi juga bisa di perangkat laptop atau PC. Tentu dengan ini bisa menambah pasar besar.

Fortnite menjadi game survival yang paling populer saat ini karena grafik dan gameplay-nya yang bikin nagih. Game milik Epic Games ini selain populer, juga termasuk game terkaya dengan pemasukkanya. Bahkan Epic Games akan memberikan uang hadirah pada tahun 2019 ini dengan total USD100 juta, dengan USD30 juta dari hadiah tersebut untuk di Piala Dunia.

Pendapatan global dari eSports ditetapkan untuk menembus batas USD1 miliar untuk pertama kalinya pada tahun 2019. Dan telah mencapai USD1,1 miliar dalam pertumbuhannya setiap tahunnya. Di Amerika Utara, dengan pendapatan USD409,1 juta, sementara China diperkirakan akan menyalip Eropa Barat menjadi pasar terbesar kedua dengan menghasilkan USD210,3 juta pada 2019.

Baca juga: 5 Fakta YouTuber Kimi Hime, Wanita Seksi Jagoannya eSport

2. Jutaan orang menonton Pro Gramer setiap hari

Hal yang paling mengejutkan adalah kekutan di balik munculnya eSport adalah para penonton yang bisa mencapai puluhan juta menyaksikan pertandingan final Internasional melalui berbagai situs streaming.

Bahkan salah satu pemain Fortnite paling populer di dunia, Tyler "Ninja" Blevins yang juga ikut serta dalam turnamen Pro-Am sebelum Piala Dunia 2018 sudah memiliki lebih dari 22 juta penggemar yang menontonnya bermain di saluran YouTube. Hal itu juga tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.

Sehingga dengan itu pun setiap harinya bisa jutaan penonton yang akan terus meningkat dengan menonton pertandingan tersebut diberbagai situs.

3. Tidak Ada Kesenjangan Gender di eSport

Setiap cabang olahraga pasti ada kesenjangan gender, hal itu tidak berbeda jauh dengan eSport. Kendati begitu, kesenjangan itu cukup kecil karena hampir setengah dari pemain adalah seorang wanita.

Walaupun saat di final Piala DUnia Fortnite dari 100 finalis kalian tidak akan melihat satupun dari mereka adalah seorang wanita. Tapi saat dicek secara statistik permain pada umumnya 46 persen gamer di Amerika Serikat adalah wanita, dibandingkan dengan 54 persen pria, dan menurut Asosiasi Perangkat Lunak Hiburan, rata-rata pemain berusia 34 untuk wanita dan 32 untuk pria.

Bahkan ada salah satu pemain wanita Kanada Stephanie "missharvey" Harvey dengan memiliki 20.000 pengikut di channel YouTube-nya, mengatakan, kalau ia sudah 15 tahun menjadi pemain.

”Saya telah melakukan ini selama hampir 15 tahun sampai sekrang dan saat saya memulai itu game masih sangat di dominasi oleh para pemain laki-laki khususnya di game pro,” kata Missharvey kepada BBC

Baca juga: Aneh, Seorang Ayah Berhentikan Anaknya dari Sekolah Agar Fokus Bermain Game

4. Game Berat mengangkat masalah kesehatan

Pada tahun 2018, Organisasi Kesehatan Dunia menambahkan ‘gangguan permainan’ ke dalam daftar ‘gangguan akibat perilaku adiktif’, di bawah kelompok orang tua dari gangguan mental, perilaku atau perkembangan saraf. WHO menganggap perilaku bermain game bisa menjadi berantakan jika pemainnya kehilangan kendali atau terus melakukan kebiasaan itu. Bahkan lebih berbahaya saat orang tersebut memprioritaskan game menjadi prioritasnya, sehingga akan menjadi konsekuensi negatif.

Tentu hal itu dapat terjadi kalau pemain selalu ketergantungan dengan permainan dan melupakan segalanya. Namun berbeda dengan Bugha yang memainkan Fortnite selama enam hingga delapan jam setiap hari atau lima hari seminggu, tetapi dia mengatakan itu tidak mengubah dirinya, bahkan itu memiliki pengaruh positif untuknya dan itupun membantunya berteman dengan banyak orang dari berbagai penjuru dunia, dan ia juga tidak menutup diri untuk tetap bermain dengan orang sekitarnya.

5. Gamer profesional berlatih seperti orang olahraga lainnya

Bugha mengatakan kepada pembawa acara talk show Amerika Serikat Jimmy Fallon bahwa ia menghangatkan tangannya selama 30 menit sebelum pertandingan kompetisi dimulai.

Sementara itu pemain profesional FIFA 19 yang berbasis di London, Conran "Rannerz" Tobin juga memiliki pelatih untuk bisa menjadi seorang profesional. Bukan hanya itu ia bahkan berlatih selama 16 jam sehari, berlatih elemen seperti tendangan sudut dan bahkan pergi ke gym untuk memiliki pikiran dan tubuh yang sehat.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL
Category
Olahraga

Berita Terkait: