Forgot Password Register

5 Mitos Ibu Hamil yang Tak Perlu Dipercaya

5 Mitos Ibu Hamil yang Tak Perlu Dipercaya Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Saat wanita pada masa hamil segala perubahan terjadi dari psikologis, mental hingga sosial, karenanya tak jarang mereka seringkali 'terkontaminasi' dengan mitos-mitos kehamilan yang  menjadikan ketakutan.

Baca juga: Ibu Hamil Lebih Rentan Terkena Penyakit Ginjal

Mengutip pemaparan Dr.M.Charnain Ibrahim, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah dalam buku 'Health First : Your Health, Our Priority' Vome 42, setidaknya ada lima mitos yang banyak beredar di masyarakat.

1. Bentuk perut menunjukkan jenis kelamin bayi

Bentuk berbeda-beda pada ibu hamil terjadi karena berbagai sebab, seperti otot dan bentuk rahim masing-masing ibu. Ada juga kondisi mioma pada ibu hamil mempengaruhi bentuk perut hamil.

2. Harus makan dua porsi 

Faktanya pada tiga bulan kehamilan ibu hamil harus memenuhi sebanyak 1.800 kalori per hari. Perbandingannya hampir sama dengan wanita yang tidak hamil rata-rata kisaran kalori yang dibutuhkan 1.500 hingga 1.800 kalori. Saat kehamilan diusia empat hingga sembilan bulan tambahan kalori hanya sebanyak 300 kalori per hari 

3. Tidak boleh naik pesawat terbang

Beredar mitos ini setelah banyak maskapai yang memberlakukan aturan ketat pada ibu hamil yang berpergian dengan pesawat terbang. Biasanya maskapai melarang usia kehamilan diatas 32 minggu harus disertai izin dokter. Namun faktanya tekanan pada pesawat terbang tidak mempengaruhi kandungan.

4. Tidak boleh berhubungan seksual

Ini pemikiran kuno, faktanya guncangan saat berhubungan seks tetap akan membuat bayi merasa nyaman (seperti diayun). Namun yang perlu diperhatikan berhubungan seks di usia tiga bulan pertama, lewat dari itu sangat dianjurkan.

Baca juga: Cegah Kanker Serviks, Tapi Amankah Wanita Hamil Vaksin HPV?

5. Tidak boleh mewarnai rambut

Zat kimia pada cat rambut nyatanya jaraknya sangat jauh dari rahim, sehingga kecil kemungkinan mempengaruhi janin. Meski pada produk cat untuk kuku tetap disarankan memilih produk tanpa zat phtalates.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More